Ragam AgrariaMenkominfo prediksi ada unicorn lain akhir 2019

Menkominfo prediksi ada unicorn lain akhir 2019

Jakarta ((Feed)) – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengapresiasi kemunculan unicorn baru dan memperkirakan masih akan ada startup lain yang bernilai 1 miliar dolar pada akhir tahun 2019.

“Saya berharap sebelum akhir tahun masih ada satu lagi yang menjadi unicorn. Tunggu saja,” kata Rudiantara saat ditemui di acara Bukalapak, Selasa.

Baca juga: 20 persen “startup” binaan SBM-ITB raih pendanaan dari investor

Rudiantara enggan menyebutkan siapa calon unicorn berikutnya, namun, secara tidak langsung memberi gambaran bahwa unicorn berikutnya berasal dari sektor pendidikan.

“Logikanya, kita belanja pendidikan 500 triliun setahun, satu persen saja sudah 5 triliun. Kalau gross merchandise volume (GMV) 5 triliun, satu tahun sudah cukup besar,” kata Rudiantara.

Platform pembayaran digital OVO, meskipun perusahaan tidak mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut, baru saja menjadi unicorn kelima di Indonesia, menyusul Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak. Sementara, Gojek, sudah bertitel decacorn, satu tingkat di atas unicorn.

Baca juga  Orang Indonesia suka belanja Harbolnas via "smartphone"

Baca juga: OVO tanggapi kabar titel unicorn
Baca juga: Menkominfo pastikan OVO jadi unicorn

“Saya berharap ada lagi (unicorn) sebelum akhir tahun,” kata Rudiantara.

Dalam wawancara tersebut, Rudiantara menyatakan semula menargetkan Indonesia memiliki tiga unicorn, namun, entah mengapa, dia mengingatnya lima target unicorn di Indonesia.

“Tapi karena sudah biasa sebut lima, ya sudah lima saja. Alhamdulillah sudah tercapai,” kata dia.

Situs CB Insight memuat daftar unicorn di dunia, melaporkan OVO memiliko valuasi sebesar 2,9 miliar dolar pada Maret 2019.

Baca juga: Menristekdikti targetkan Indonesia miliki 4.900 startup pada 2024

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Mau Ikut PTSL? Ketahui Biaya Persiapannya yang Berlaku di Masing-Masing Wilayah

Agraria.today | Jakarta - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap...

Lebih dari 1.000 Hektare Sawah Terdampak Bencana Pulih, Ketahanan Pangan Makin Terjamin

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Buka Forum Bakohumas 2026, Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyamaan Persepsi dalam Implementasi Sertipikat Elektronik

Agraria.today | Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria...

Pastikan Data Sertipikat Tanah Sesuai, Ini Cara Mudah Pengecekannya

Agraria.today | Jakarta - Masyarakat kini bisa memastikan kesesuaian...

Siapkan Ketersediaan SDM yang Berintegritas, Sekjen ATR/BPN Minta Dukungan Komisi II DPR RI dalam Transformasi STPN

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad...

Related Articles

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pemerintah siap memperkuat pengawasan dan mengoptimalkan implementasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) di...

Mendagri: Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Dirasakan oleh Masyarakat

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa Dana Otonomi Khusus (Otsus) di seluruh provinsi di Tanah Papua dan...

Kendalikan Harga Komoditas, Sekjen Kemendagri Minta Pemda Pastikan Ketersediaan Cabai dan Bawang Merah

Agraria.today | Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk memastikan ketersediaan komoditas cabai merah, cabai...