Ragam AgrariaKebakaran lahan di Kawah Putih Ciwidey diduga dipicu puntung rokok

Kebakaran lahan di Kawah Putih Ciwidey diduga dipicu puntung rokok

Bandung ((Feed)) – Kebakaran lahan yang terjadi di kawasan Kawah Putih Ciwidey, Desa Suguhmukti, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menurut dugaan sementara dipicu oleh puntung rokok, kata pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat.

“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara kebakaran terjadi karena puntung rokok. Sampai saat ini, kebakaran ditaksir sudah menghanguskan lahan kurang lebih seluas 15 hektare,” kata Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat Supriyatno di Bandung, Selasa.

Dia mengatakan BPBD Provinsi Jawa Barat dan BPBD Kabupaten Bandung berupaya memadamkan kebakaran lahan di Kawah Putih Ciwidey bekerja sama instansi terkait.

Koordinasi penanggulangan kebakaran lahan di Kawah Putih Ciwidey, menurut dia, sudah dilakukan dengan BPBD Bandung, kepolisian, TNI, Perhutani, Dinas Pemadam Kebakaran, Pengelola Wisata Kawah Putih, dan sukarelawan.

“Kami terus berkoordinasi dengan BPBD setempat dan menunggu permintaan mereka dalam menangani kebakaran Kawah Putih. Dari BPBD Jabar ada empat personel yang turun ke lokasi kejadian,” kata Supriyatno.

Baca juga  China dan Suriah belum terbendung di Grup A

Berdasarkan data BPBD Jawa Barat, kebakaran di kawasan Kawah Putih terjadi sejak Senin (7/10) sekira pukul 14.00 WIB dengan titik awal api diduga berada di kawasan Sunan Ibu.

Menurut Supriyatno, api yang membakar area di kawasan Kawah Putih belum bisa dipadamkan dan angin membuat kebakaran meluas. Petugas membuat parit dan melakukan penyiraman agar api tidak merembet ke area lain.

“Sulit untuk memadamkan api di daerah pegunungan. Angin yang besar dan sulit diprediksi arahnya membuat area kebakaran semakin luas. Maka itu, pemadaman paling efektif menggunakan helikopter yang membawa air dalam jumlah besar,” katanya.

Namun Supriyatno memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Objek wisata Kawah Putih ditutup sementara untuk penanganan kebakaran, apalagi menurut laporan yang diterima BPBD api sudah merambah ke bagian barat Kawah Putih.

Baca juga  Maksimalkan putaran kedua, Persebaya hadirkan Diogo Campos

“Di musim kemarau ini, titik panas atau hotspot terus meningkat jumlahnya. Maka itu, kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarang, membakar sampah, dan mulai menghemat air,” kata Supriyatno.

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...