Hukum AgrariaKemristekdikti: penguatan karakter Pancasila dilakukan semua profesi

Kemristekdikti: penguatan karakter Pancasila dilakukan semua profesi

Saya pikir momen yang tepat saat ini untuk meninjau kembali cara-cara kita membangun karakter bangsa,

Jakarta ((Feed)) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Ainun Naim mengatakan dalam memaknai Hari Kesaktian Pancasila penguatan karakter bangsa harus dilakukan dari diri sendiri dan oleh semua profesi serta kalangan.

“Penguatan karakter bangsa harus dilakukan secara menyeluruh dari diri sendiri, keluarga, masyarakat, profesi, dan para pemimpin,” ujarnya di Jakarta, Jumat.

Keluarga dan masyarakat berperan penting dalam menguatkan karakter bangsa mulai dr usia dini, tambahnya.

Pengamat Pendidikan Universitas Paramadina Totok Amin mengatakan perlunya penyesuaian isi dan metode penanaman nilai dengan zamannya untuk penguatan pendidikan karakter.

“Saya pikir momen yang tepat saat ini untuk meninjau kembali cara-cara kita membangun karakter bangsa. Sudah terlalu banyak petuah, upacara, dan ritual lainnya yang membuat pendidikan karakter, khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai Pancasila, lebih relevan dan kekinian,” jelasnya.

Baca juga  Misi penyelamatan alien dalam "Shaun the Sheep Movie: Farmageddon"

Penyesuaian itu meliputi dua aspek, yaitu isi atau konten dan media. “Isi harus disesuaikan dengan zamannya. Tidak bisa isi jadul dan biasanya di luar konteks dari kehidupan sang siswa,” ujar Totok.

Menurut Totok, persoalan karakter adalah tentang isi pembelajaran yang kontekstual dan kredibel. Isi atau konten pembelajaran harus menarik dan dekat dengan kehidupan para siswa.

Pengamatan pendidikan dari Universitas Paramadina M Abduhzen mengatakan sejatinya pendidikan karakter merupakan keseluruhan proses pendidikan.

Pendidikan karakter bukan suatu mata pelajaran atau suatu program tersendiri. Hasil akhir dari pendidikan itu adalah terbentuknya karakter.

“Apabila situasi karakter bangsa dewasa ini, dinilai tidak beres, maka artinya pendidikan disfungsional. Salah satu akumulasi produk pendidikan adalah “good citizen”,” ujarnya.

Menurut Abduhzen, seharusnya semua proses pembelajaran adalah menyumbang pada pembentukan dan penguatan karakter.

Baca juga  KPK sita sejumlah dokumen di Kantor Dishub Medan

“Persoalan yang perlu mendapat penekanan dewasa ini adalah masalah “how to live together with others” (bagaimana hidup bermasyarakat) dalam bangsa yang majemuk ini. Selain itu, penekanan pada moral dan tanggung jawab,” tambahnya.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri ATR/Kepala BPN Lantik 84 Pejabat Administrator, Bentuk Reformasi SDM dan Rotasi Jabatan

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Kelola Keuangan dengan Cash Management System, Sekjen ATR/BPN: Tingkatkan Transparansi dan Pengawasan Keuangan

Agraria.today | Jakarta - Transparansi dan perbaikan tata kelola...

Kolaborasi Tiga Lembaga, Optimalkan Kerja Sama di Sembilan Program Prioritas Kementerian ATR/BPN

Agraria.today | Makassar - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Simak Tips untuk Menjaga Tanah agar Tidak Diserobot Orang Lain

Agraria.today | Jakarta - Masyarakat perlu lebih waspada dan...

Antusiasme Warga Menanti Sertipikat Elektronik Usai Pengurusan Roya

Agraria.today | Tangerang - Masyarakat menunjukkan rasa antusias terhadap...

Diskusi NGOBRAS, Ngobrol Santai Bareng Kartini Film, Musik Dan Seni

Agraria.today | Jakarta - Diskusi Ngobrol Santai (NGOBRAS) bareng...

Related Articles

Maret Samuel Sueken Ketum JPKP “Mencium” Dugaan Penyimpangan Pengadaan Tanah & Pencairan Dana Negara

Agraria.today | Jakarta – Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) mencium indikasi penyimpangan dalam pengadaan tanah dan pencairan dana negara dalam perkara yang melibatkan Kelompok...

Mantan Kapolres Cirebon Kota Ingatkan Netizen Tidak Sebar Berita Hoaks Terkait Kasus Vina

AGRARIA.TODAY – Kasus pembunuhan Vina pada 2016 silam yang kini kembali ramai diperbincangkan bak bola salju. Bukannya menambah terang, justru kasus ini menambah panjang...

ADVOKAT KAI GELAR KONGRES DI SURABAYA, PENGACARA SENIOR MAJU JADI CALON PRESIDEN

AGRARIA.TODAY – Kongres Advokat Indonesia (KAI) yang dipimpin oleh Erman Umar, akan melaksanakan Kongres ke IV KAI pada tanggal 30 Mei s/d 31 Mei...