Terkini AgrariaSambung Rasa Reforma Agraria Summit 2024, Gali Potensi Penataan Akses sebagai Upaya...

Sambung Rasa Reforma Agraria Summit 2024, Gali Potensi Penataan Akses sebagai Upaya Penyelesaian Masalah Agraria

AGRARIA.TODAYSatu dekade jalannya Reforma Agraria menampilkan capaian yang luar biasa dalam hal Penataan Aset dan Penataan Akses. Potensi dari kedua aspek tersebut juga masih bisa digali lebih dalam. Lantas, pada sesi Sambung Rasa di Reforma Agraria Summit 2024 yang berlangsung di Bali mulai 14-15 Juni ini dibahas potensi Penataan Akses sebagai upaya penyelesaian permasalahan agraria.

Melalui Penataan Akses, diharapkan dapat memberikan pemberdayaan masyarakat yang meningkatkan ekonomi. Sehingga, Reforma Agraria benar bisa menyejahterakan rakyat dengan sebesar-besarnya.

Dalam Reforma Agraria terdapat tiga skema, yaitu skema Penataan Akses (pemanfaatan/pemberdayaan aset) yang mengikuti Penataan Aset (legalisasi aset dan/atau pemberian aset); Penataan Aset mengikuti Penataan Akses; hingga pemberian skema Penataan Aset-Akses secara bersamaan.

“Penataan Aset dan Akses ini memang tidak bisa terpisahkan. Tidak ada gunanya jika kita beri masyarakat sertipikat, namun tanpa adanya pemberdayaan, ketika masyarakat butuh uang untuk kehidupan, nanti sertipikatnya dijual (tidak produktif, red),” ungkap Direktur Jenderal Penataan Agraria, Dalu Agung Darmawan saat menjadi moderator di sesi Sambung Rasa Reforma Agraria Summit 2024, di The Meru Sanur, Denpasar, Bali pada Jumat (14/06/2024).

Baca juga  Eks Tanah Pusaka Depok dan Tegalsari Masuk Program Reforma Agraria

Dalam diskusi panelis yang membahas soal implementasi Penataan Akses, Dalu Agung Darmawan mengemukakan potensi upaya penyelesaian konflik agraria yang berangkat dari skema Penataan Akses kemudian diikuti oleh Penataan Aset.

“Seperti contoh, persoalan tanah-tanah milik negara, BUMN, BUMD yang dihuni masyarakat, di tengah-tengah persoalan, jangan-jangan kita bisa dorong Penataan Akses untuk mengatasi persoalan yang ada, sehingga meningkatkan produktivitas,” ujar Dalu Agung Darmawan.

Senada dengan pernyataan itu, Direktur untuk Program Pangan, Lahan dan Air World Resources Institute (WRI) Indonesia, Tomi Haryadi menyebut bahwa Penataan Akses menjadi ujung tombak kesuksesan Reforma Agraria.

“Idealnya dalam konsep Reforma Agraria memang Penataan Aset mengikuti Penataan Akses. Penataan Akses membuat Reforma Agraria ini berlangsung secara berkelanjutan karena membuat subjek penerima menerima aset dan menerima manfaat, serta pemberdayaan,” jelas Tomi Haryadi.

Baca juga  Presiden Jokowi Lanjutkan Kunjungan Hari Ketiga di IKN

Ia menilai, dengan suksesnya capaian Penataan Aset dalam Reforma Agraria, maka saat ini Pemerintah Indonesia juga perlu mengejar Penataan Akses. “Melalui Penataan Akses, diharapkan berdampak pada penambahan lapangan pekerjaan, peningkatan ekonomi, juga kesejahteraan sosial secara umum. Penataan Akses diharapkan dapat menjadi solusi yang bertujuan mengurangi terjadinya konflik agraria,” tutur Tomi Haryadi.

Menurutnya, perlu kerja bersama antara pemerintah selaku pembuat kebijakan, sektor swasta, CSO, sektor permodalan, dan sektor bersangkutan lainnya dalam satu sistem yang terintegrasi. “Seperti halnya ketika kami melakukan pendampingan masyarakat dalam Penataan Akses, kami berfokus pada pencapaian ekonomi masyarakat dari peningkatan beberapa aspek, seperti peningkatan sumber daya manusia, permodalan, pengembangan natural capital dan lain sebagainya,” pungkas perwakilan dari WRI Indonesia ini. (AR/PHAL)

#AHYMenteriATR
#KementerianATRBPN
#MelayaniProfesionalTerpercaya
#MajuDanModern
#MenujuPelayananKelasDunia
#SetiapKitaAdalahHumas
#SetiapKitaAdalahAmbassador

Latest Articles

Bingung Soal Proses dan Biaya Balik Nama Sertipikat Orang Tua ke Anak? Simak Penjelasan Berikut

Agraria.today | Jakarta - Saat orang tua ingin menghibahkan...

Tinjau Pelayanan Kantah Kota Semarang, Wamen Ossy: Jangan Tunda Berkas, Percepat Layanan Pertanahan

Agraria.today | Semarang - Wakil Menteri Agraria dan Tata...

Tinjau Kawasan Industri di Indramayu, Menteri Nusron Pastikan Lahan Tidak Masuk ke LSD

Agraria.today | Indramayu - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Berikan Motivasi, Menteri Nusron Ingin Santri Dikader sebagai Pelaksana Kebijakan di Bidang STEM

Agraria.today | Cirebon - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Kampung di Kota Magelang, Jadi Model Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

Agraria.today | Magelang — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri)...

Related Articles

Tinjau Pelayanan Kantah Kota Semarang, Wamen Ossy: Jangan Tunda Berkas, Percepat Layanan Pertanahan

Agraria.today | Semarang - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menegaskan pentingnya percepatan layanan pertanahan...

Tinjau Kawasan Industri di Indramayu, Menteri Nusron Pastikan Lahan Tidak Masuk ke LSD

Agraria.today | Indramayu - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, meninjau lokasi permohonan penggunaan lahan sawah yang direncanakan untuk...

Berikan Motivasi, Menteri Nusron Ingin Santri Dikader sebagai Pelaksana Kebijakan di Bidang STEM

Agraria.today | Cirebon - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, memotivasi santri di Pondok Pesantren Al-Bahjah untuk mengambil peran...