Ragam AgrariaKampung di Kota Magelang, Jadi Model Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

Kampung di Kota Magelang, Jadi Model Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

Agraria.today | Magelang — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong replikasi praktik pengelolaan lingkungan berkelanjutan berbasis masyarakat yang diterapkan di Kampung Jambon Gesikan, Kota Magelang, sebagai model yang dapat dikembangkan di berbagai daerah.

Hal tersebut disampaikannya usai meninjau langsung kawasan Kampung Jambon Gesikan, Kelurahan Cacaban, Kota Magelang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (16/4/2026).

“Ini adalah salah satu contoh terbaik penataan kawasan permukiman dengan prinsip-prinsip ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kampungnya bersih sekali, ini yang dimaksud ASRI (aman, sehat, resik, indah). Harus seperti ini,” ujarnya.

Berbagai inovasi diterapkan, mulai dari pengelolaan melalui bank sampah, daur ulang, hingga pemanfaatan limbah menjadi kompos, maggot, urban farming, serta minyak jelantah yang diolah menjadi sabun.

Menurut Bima, keberhasilan penataan kawasan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah (Pemda) dan masyarakat. Ia menyoroti keterlibatan aktif kepala daerah dalam memantau dan memotivasi warga, serta peran pengurus lingkungan yang mampu menjaga konsistensi sistem pengelolaan di tingkat komunitas.

Baca juga  Target satu gelar masih terbuka

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengelolaan lingkungan di kawasan tersebut telah berjalan secara terpadu dari hulu hingga hilir. “Mudah-mudahan ini bisa jadi role model,” katanya.

Bima menilai, praktik baik tersebut perlu diperluas secara bertahap dengan tetap menjaga kualitas implementasi. Ia mendorong agar seluruh wilayah di Kota Magelang terlebih dahulu mengadopsi pola serupa sebelum direplikasi ke daerah lain.

“192 ini harus sama seperti ini,” tegasnya merujuk pada jumlah Rukun Warga (RW) di Kota Magelang.

Ke depan, ia berharap setiap wilayah mampu memiliki standar pengelolaan lingkungan yang terukur dan berkelanjutan, sehingga dapat menjadi rujukan nasional dalam penguatan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Peninjauan tersebut dilakukan bersama Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Magelang Kota AKBP Dikri Olfandi, serta Ketua RW IV Kampung Jambon Gesikan.

Latest Articles

Bingung Soal Proses dan Biaya Balik Nama Sertipikat Orang Tua ke Anak? Simak Penjelasan Berikut

Agraria.today | Jakarta - Saat orang tua ingin menghibahkan...

Tinjau Pelayanan Kantah Kota Semarang, Wamen Ossy: Jangan Tunda Berkas, Percepat Layanan Pertanahan

Agraria.today | Semarang - Wakil Menteri Agraria dan Tata...

Tinjau Kawasan Industri di Indramayu, Menteri Nusron Pastikan Lahan Tidak Masuk ke LSD

Agraria.today | Indramayu - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Berikan Motivasi, Menteri Nusron Ingin Santri Dikader sebagai Pelaksana Kebijakan di Bidang STEM

Agraria.today | Cirebon - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Ingin Mengembangkan Usaha? Pahami Proses Pengurusan KKPR Berikut Ini

Agraria.today | Jakarta - Setiap pelaku usaha dalam mengembangkan...

Related Articles

Kementerian ATR/BPN Perkuat Pengawasan HGU untuk Dukung Pencegahan Karhutla

Agraria.today | Pontianak - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memberikan dukungan dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pengawasan terhadap...

Lebih dari 1.000 Hektare Sawah Terdampak Bencana Pulih, Ketahanan Pangan Makin Terjamin

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat rehabilitasi lahan sawah yang rusak akibat banjir dan longsor di...

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pemerintah siap memperkuat pengawasan dan mengoptimalkan implementasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) di...