Terkini AgrariaKemendagri dan Color of Indonesia, Bakal Gelar 2nd Indonesia International Culture Festival...

Kemendagri dan Color of Indonesia, Bakal Gelar 2nd Indonesia International Culture Festival 2023

AGRARIA.TODAY – Direktorat Jenderal (Ditjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan Yayasan Color of Indonesia bakal menggelar 2nd Indonesia International Culture Festival 2023. Rencananya gelaran tersebut akan dihelat pada 25 Oktober hingga 2 November 2023 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Taman Impian Jaya Ancol Jakarta, dan SMA Labschool Cireundeu Ciputat, Tangerang Selatan. Kegiatan ini juga bakal melibatkan peserta dan pelaku budaya dari 11 negara, diantaranya Korea, Filipina, India, Rusia, Bulgaria, Yunani, Meksiko, Zimbabwe, Sri Lanka, Bangladesh, dan Taiwan.

Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (26/7/2023), Direktur Jenderal (Dirjen) Polpum Kemendagri Bahtiar mengatakan, pihaknya menyambut positif rencana digelarnya acara tersebut. Pasalnya, forum itu bakal mempertemukan pelaku budaya di seluruh Indonesia dan melibatkan pelaku budaya di level internasional. Dirinya berharap acara tersebut bakal menjadi ajang interaksi pelaku budaya yang akan menghasilkan harmoni kebudayaan antara manusia dan peradaban, yang pada akhirnya membawa nama baik Indonesia di kancah internasional.

Baca juga  Wako Riza Falepi Serahkan Donasi Masyarakat Payakumbuh Peduli Palestina

“Menurut saya ini seluruh masyarakat Indonesia dan khususnya kami Kemendagri menyambut baik, karena sekali lagi ini tidak banyak organisasi kemasyarakatan yang concern seperti ini. Ini membuat inisiatif dan biaya sendiri, jadi ini tidak ada uang dari negara,” ujar Bahtiar.

Bahtiar mengapresiasi jajarannya yang telah mendorong kolaborasi tersebut. Dia bersama jajarannya juga berkomitmen mendukung kegiatan itu. Terlebih, penguatan kebudayaan sejalan dengan misi utama Direktorat Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya (Ekososbud) Ditjen Polpum Kemendagri.

“Tugas kita Kemendagri sebagai bagian besar bagaimana memperkuat ketahanan budaya kita, karena Indonesia ini tahu sendiri negara yang paling beragam di seluruh dunia. Peluang kita untuk mempromosikan produk-produk budaya kita dengan berbagai macam dan tentu itu akan meningkatkan kecintaan kepada bangsa ini,” bebernya.

Senada dengan itu, Founder Color of Indonesia Vivi Sandra Putri mengatakan, kegiatan itu akan memuat pertukaran dan pertunjukan budaya, business meeting, serta menjadi ajang promosi budaya. Para pelaku budaya dari 11 negara nantinya akan dapat saling berinteraksi dengan masyarakat yang mengunjungi gelaran itu.

Baca juga  Sekjen Kemendagri Dorong Penguatan Ekosistem Digital Nasional Melalui P2DD

Dalam gelaran tersebut pula, Indonesia akan menampilkan pertujukan kesenian dari beberapa daerah. “Harapan kita adalah Indonesia akan menjadi salah satu negara tempat bertemunya para pelaku budaya dari beberapa negara. Tahun ini 11 negara, tahun depan mungkin bisa 20 negara bahkan mungkin bisa sampai 50 negara,” tambah Vivi.

Di lain sisi, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Ketahanan Ekososbud Ditjen Polpum Kemendagri Aang Witarsa Rofik mengatakan, forum tersebut nantinya tidak hanya menjadi ajang pertukaran budaya, tetapi juga menjadi wahana saling bersinergi antar-kementerian/lembaga. Selain itu, ajang ini juga menjadi momentum penguatan perekonomian di Indonesia, terutama di sektor ekonomi kreatif. Aang juga mengajak daerah-daerah untuk turut serta mendukung kegiatan tersebut.

“Inilah momentum untuk menggeliatkan dan diharapkan menjadi daya ungkit perekonomian UMKM, masyarakat, dimulai dengan momentum Indonesia International Culture Festival 2023,” tandasnya.

Latest Articles

Bingung Soal Proses dan Biaya Balik Nama Sertipikat Orang Tua ke Anak? Simak Penjelasan Berikut

Agraria.today | Jakarta - Saat orang tua ingin menghibahkan...

Tinjau Pelayanan Kantah Kota Semarang, Wamen Ossy: Jangan Tunda Berkas, Percepat Layanan Pertanahan

Agraria.today | Semarang - Wakil Menteri Agraria dan Tata...

Tinjau Kawasan Industri di Indramayu, Menteri Nusron Pastikan Lahan Tidak Masuk ke LSD

Agraria.today | Indramayu - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Berikan Motivasi, Menteri Nusron Ingin Santri Dikader sebagai Pelaksana Kebijakan di Bidang STEM

Agraria.today | Cirebon - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Kampung di Kota Magelang, Jadi Model Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

Agraria.today | Magelang — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri)...

Related Articles

Tinjau Pelayanan Kantah Kota Semarang, Wamen Ossy: Jangan Tunda Berkas, Percepat Layanan Pertanahan

Agraria.today | Semarang - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menegaskan pentingnya percepatan layanan pertanahan...

Tinjau Kawasan Industri di Indramayu, Menteri Nusron Pastikan Lahan Tidak Masuk ke LSD

Agraria.today | Indramayu - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, meninjau lokasi permohonan penggunaan lahan sawah yang direncanakan untuk...

Berikan Motivasi, Menteri Nusron Ingin Santri Dikader sebagai Pelaksana Kebijakan di Bidang STEM

Agraria.today | Cirebon - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, memotivasi santri di Pondok Pesantren Al-Bahjah untuk mengambil peran...