Terkini AgrariaMendagri: Darurat, Pemda Diinstruksikan Beli Barang di Toko yang Tutup, dan Segera...

Mendagri: Darurat, Pemda Diinstruksikan Beli Barang di Toko yang Tutup, dan Segera Distribusikan ke Pengungsi

[et_pb_testimonial _builder_version=”3.13″ author=”Tjahjo Kumolo” job_title=”Menteri Dalam Negeri” company_name=”Kementerian Dalam Negeri” portrait_url=”https://agraria.today/wp-content/uploads/2018/08/mendagri1.jpg” background_color=”#a8cf45″ quote_icon_background_color=”#f5f5f5″ body_text_color=”#000000″]Dalam rapat saya minta Pemda fasilitasi untuk membeli minuman dan makanan di toko yang jual. Dan prioritas berikan dulu ke pengungsi dan yang di rawat dirumah sakit[/et_pb_testimonial]

 

Meluruskan berita bahwa pemerintah izinkan warga ambil barang dari toko pasca gempa, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo pun angkat bicara, menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya. Tjahjo saat ini ada di Palu. Dan saat kejadian, sedang ada di sekitar bandara. Dalam rapat dengan Pemda setempat, bahkan ia telah meminta para Gubernur Sulawesi Tengah, agar secepatnya bantu masyarakat yang sedang butuh bantuan, terutama makanan dan minuman.

Kepada Gubernur Sulteng, ia juga telah meminta untuk gotong royong membeli minuman dari toko yang tutup. Ia juga ikut gotong royong menyumbang dana untuk membeli makanan dan minuman. Karena itu situasi darurat, apa yang bisa dikerjakan, harus dikerjakan menolong warga.

“Ya kita gotong royong, saya juga ikut bantu beli juga (makanan dan minuman) yang kemudian dibagikan ke warga,” katanya.

Intinya, sekarang karena dalam keadaan darurat, penanganan yang cepat yang diperlukan. Apapun yang bisa dilakukan untuk meringankan warga, harus segera dilakukan. Misalnya, Pemda mencari toko yang masih menyediakan bahan makanan dan minuman. Ia minta, beli barangnya dengan dana Pemda. Harus dikawal oleh Satpol PP dan polisi. Baru barang yang sudah dibeli, didistribusikan ke pengungsi dan korban yang di rawat di rumah sakit dengan pengawalan petugas.

Baca juga  Indonesia-Malaysia Gelar Fun Bike Tour De Malindo 2019

“Saya minta cari yang punya toko, beli barangnya dulu, lalu minta pengawalan Satpol-PP dan Polri kemudian bagikan makanan tersebut,” kata Tjahjo.

Saat ini darurat listrik kata Tjahjo. Dan bantuan baru masuk malam nanti dari daerah tetangga. “Kondisi memang darurat, makanan dan bantuan minuman belum masuk. Toko tutup, ya bantu masyarakat yang perlu makan minum,” katanya.

Terkait kondisi bandara, kata dia, kondisinya dalam keadaan rusak. Ada beberapa bangunan yang merupakan fasilitas bandara runtuh karena gempa. Saat ini, listrik juga mati. Bandara juga tidak ada yang tunggu. Tidak hanya itu, halaman bandara juga difungsikan untuk menampung pengungsi.

“Ya memang ada toko di bandara yang rusak akibat gempa makanan minuman berhamburan kemudian itu diambil masyarakat jadi bukan penjarahan,” katanya.

Tjahjo yang saat itu tengah ada di bandara, melihat langsung kejadian itu. Ia akui, halaman bandara memang penjagaan masih minim. “Itu yang saya tahu. Tidak begitu beritanya” katanya.

Baca juga  Siapapun yang Mengganggu Konsolidasi Demokrasi Harus Ditindak

Tjahjo menceritakan, saat ia meninjau kondisi masyarakat korban bencana yang sedang dirawat di rumah sakit. Saat ini bantuan yang diperlukan segera adalah makanan dan minuman. Sebab semua toko tutup. Banyak yang rusak dan runtuh. Tidak hanya itu, aliran listrik juga mati.

Karena itu ia minta, agar ada langkah cepat, dengan cara Pemda membeli barang dari toko yang tutup. Secepatnya, Pemda mencari pemilik toko, lalu barangnya semua diborong untuk kemudian didistribusikan ke korban dengan pengawalan petugas.

Ia saja, berinisiatif membeli makanan dan minuman dari toko milik warga, lantas semuanya di bagikan ke korban gempa. Ini harus dilakukan, karena situasi memang darurat. Intinya, kebutuhan korban gempa yang harus di nomor satukan. “Dalam keadaan darurat, apa pun harus cepat, kebutuhan warga yang harus diutamakan,” kata Tjahjo.

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...