Ragam AgrariaPengusikan habitat picu serangan buaya di Sungai Batang Anggang

Pengusikan habitat picu serangan buaya di Sungai Batang Anggang

Lubukbasung, ((Feed)) – Serangan buaya yang terjadi di Sungai Batang Anggang pada Selasa (20/8) terjadi akibat pengusikan habitat satwa tersebut menurut pejabat 
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam di Sumatera Barat.

“Berdasarkan pengamatan kami dan keterangan warga sekitar, lokasi warga diserang buaya itu memang habitatnya,” kata Kepala BKSDA Resor Agam Syahrial Tanjung di Lubukbasung, Kamis.

“Diperkirakan buaya itu terusik akibat aktivitas warga mencari lokan dan pensi di sungai tersebut,” ia menambahkan.

Ia mengutip keterangan dari warga bahwa buaya dengan panjang tiga meter tersebut bertelur dan telurnya sudah menetas 15 hari lalu menjadi anak buaya berukuran panjang sekitar setengah meter.

Menurut dia, buaya itu kemungkinan menyerang warga hingga tangan, dada, dan punggungnya terluka karena merasa habitatnya terusik.

Warga sekitar Sungai Batang Anggang menyebutkan bahwa dalam tiga tahun terakhir ada empat kejadian buaya menyerang warga. Namun BKSDA menyatakan hanya menerima satu laporan kasus.
 
Syahrial mengimbau warga berhati-hati saat melakukan aktivitas di sekitar sungai. “Kami akan memasang papan imbauan dalam waktu dekat,” katanya.

Baca juga  Duo komedian Jepang minta maaf sebut Naomi Osaka butuh pemutih

Seorang warga Jorong Pasar Bawan, Nagari Bawan, Kecamatan Ampeknagari, digigit buaya muara saat mencari lokan di Sungai Batang Anggang pada Selasa (20/8) siang.

Serangan buaya itu membuat korban mengalami luka di dada, punggung, dan tangan sehingga harus menjalani perawatan medis di rumah sakit daerah.

“Saat ini korban sudah di rumahnya dan kondisi sudah membaik,” kata Syahrial.
​​​​​​​

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Mau Ikut PTSL? Ketahui Biaya Persiapannya yang Berlaku di Masing-Masing Wilayah

Agraria.today | Jakarta - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap...

Lebih dari 1.000 Hektare Sawah Terdampak Bencana Pulih, Ketahanan Pangan Makin Terjamin

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Buka Forum Bakohumas 2026, Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyamaan Persepsi dalam Implementasi Sertipikat Elektronik

Agraria.today | Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria...

Pastikan Data Sertipikat Tanah Sesuai, Ini Cara Mudah Pengecekannya

Agraria.today | Jakarta - Masyarakat kini bisa memastikan kesesuaian...

Siapkan Ketersediaan SDM yang Berintegritas, Sekjen ATR/BPN Minta Dukungan Komisi II DPR RI dalam Transformasi STPN

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad...

Related Articles

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pemerintah siap memperkuat pengawasan dan mengoptimalkan implementasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) di...

Mendagri: Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Dirasakan oleh Masyarakat

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa Dana Otonomi Khusus (Otsus) di seluruh provinsi di Tanah Papua dan...

Kendalikan Harga Komoditas, Sekjen Kemendagri Minta Pemda Pastikan Ketersediaan Cabai dan Bawang Merah

Agraria.today | Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk memastikan ketersediaan komoditas cabai merah, cabai...