Hukum AgrariaKPK jelaskan kronologi tangkap tangan kasus suap impor ikan

KPK jelaskan kronologi tangkap tangan kasus suap impor ikan

Secara terpisah, tim KPK juga mengamankan RSU di salah satu hotel di Bogor saat rapat dengan pejabat struktural Perum Perindo. MMU diamankan di seberang hotel dan ASL di teras hotel yang sama, ucap Saut

Jakarta ((Feed)) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penjelasan kronologi tangkap tangan terkait suap kuota impor ikan tahun 2019 dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa malam.

KPK telah menetapkan dua tersangka dalam kasus itu, yakni sebagai penerima Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Risyanto Suanda (RSU) dan Direktur PT Navy Arsa Sejahtera Mujib Mustofa (MMU) sebagai pemberi.

Dalam kasus ini, KPK menemukan adanya dugaan alokasi fee sebesar Rp1.300 untuk setiap kilogram Frozen Pacific Mackarel yang diimpor ke Indonesia.

KPK menggelar kegiatan tangkap tangan di Jakarta dan Bogor pada 23 September 2019. Kegiatan tangkap tangan ini hasil pendalaman KPK terhadap informasi dari masyarakat atas dugaan akan terjadinya transaksi tindak pidana korupsi.

“Kemudian berdasarkan bukti-bukti dan serangkaian kegiatan penyelidikan yang dilanjutkan dengan kegiatan tangkap tangan,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di gedung KPK, Jakarta.

Baca juga  Pengamat dorong revisi UU Pers terkait framing politik

Dalam kegiatan tangkap tangan ini, kata Saut, KPK mengamankan sembilan orang di Jakarta dan Bogor pada Senin (23/9).

Sembilan orang itu, yakni Dirut Perum Perindo Risyanto Suanda (RSU), Direktur Keuangan Perum Perindo Arief Goentoro (AGO), Direktur Operasional Perum Perindo Farida Mokodompit (FMO), Direktur PT Navy Arsa Sejahtera Mujib Mustofa (MMU).

Selanjutnya, Adhi Susilo (ASL) dari unsur swasta, Vice President Sales Perum Perikanan Indonesia Aslam (AS), mantan Vice President Sales Perum Perikanan Indonesia Wenny (W), Yuyun (Y) yang merupakan Sespri Risyanto, dan sopir dari Risyanto.

“Tim KPK mendapatkan informasi akan terjadi transaksi suap terkait dengan kuota impor ikan tahun 2019. Setelah memastikan telah terjadi transaksi tersebut, tim mengamankan MMU dan ASL di sebuah hotel di Jakarta Pusat sekitar pukul 13.45 WIB,” ucap Saut.

Sebelumnya, pada 23 September 2019, sesuai kesepakatan sebelumnya, Adhi tiba di lounge hotel di Jakarta Selatan pada pukul 13.30 WIB.

Baca juga  Ganda campuran Rinov/Pitha belum mampu atasi Yuta/Arisa

“Pada pukul 13.38, MMU tiba di lounge hotel, dan bergabung di tempat duduk ASL. MMU kemudian menyerahkan amplop berisi uang sebesar 30 ribu dolar AS kepada ASL,” ungkap Saut.

Tidak lama kemudian, tim KPK mengamankan Mujib di luar hotel dan Adhu diamankan bersama amplop berisi uang sebesar 30 ribu dolar AS di teras hotel.

“Secara terpisah, tim KPK juga mengamankan RSU di salah satu hotel di Bogor saat rapat dengan pejabat struktural Perum Perindo. MMU diamankan di seberang hotel dan ASL di teras hotel yang sama,” ucap Saut.

Dari Adhi, KPK mengamankan uang sebesar 30 ribu dolar AS yang diduga berhubungan dengan kuota impor ikan tahun 2019.

“Secara paralel, tim lain mengamankan RSU, AGO, FMO, (dan 4 orang lainnya) di sebuah hotel di Bogor, Jawa Barat pada pukul 14.00 WIB,” kata Saut.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Bingung Soal Proses dan Biaya Balik Nama Sertipikat Orang Tua ke Anak? Simak Penjelasan Berikut

Agraria.today | Jakarta - Saat orang tua ingin menghibahkan...

Tinjau Pelayanan Kantah Kota Semarang, Wamen Ossy: Jangan Tunda Berkas, Percepat Layanan Pertanahan

Agraria.today | Semarang - Wakil Menteri Agraria dan Tata...

Tinjau Kawasan Industri di Indramayu, Menteri Nusron Pastikan Lahan Tidak Masuk ke LSD

Agraria.today | Indramayu - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Berikan Motivasi, Menteri Nusron Ingin Santri Dikader sebagai Pelaksana Kebijakan di Bidang STEM

Agraria.today | Cirebon - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Kampung di Kota Magelang, Jadi Model Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

Agraria.today | Magelang — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri)...

Related Articles

ADVOKAT KAI GELAR KONGRES DI SURABAYA, PENGACARA SENIOR MAJU JADI CALON PRESIDEN

AGRARIA.TODAY – Kongres Advokat Indonesia (KAI) yang dipimpin oleh Erman Umar, akan melaksanakan Kongres ke IV KAI pada tanggal 30 Mei s/d 31 Mei...

Komnas HAM Soroti Polisi Gunduli 9 Petani Tersangka Pengancaman Proyek IKN

AGRARIA.TODAY – Masalah krusial terjadi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, yakni sebanyak 9 orang ditangkap polisi buntut dugaan pengancaman terhadap proyek pembangunan Bandara...

MENTERI HUKUM DAN HAM YASONNA LAOLY MEMINTA TPDI TERUS MENYUARAKAN PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA KERUSUHAN MEI 1998

AGRARIA.TODAY – Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H. Laoly, tadi sore, 31/1/2024, pukul 15.00 WIB menerima Perwakilan ADVOKAT-ADVOKAT TPDI dan PEREKAT NUSANTARA (Petrus...