Terkini AgrariaKepala BSKDN Kemendagri Hadiri Penanaman Jagung Serentak 1 Juta Hektare di Subang

Kepala BSKDN Kemendagri Hadiri Penanaman Jagung Serentak 1 Juta Hektare di Subang

AGRARIA.TODAY – Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo menghadiri kegiatan Penanaman Jagung Serentak 1 Juta Hektare di Desa Karangmukti, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat (Jabar).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional yang ditargetkan tercapai pada tahun 2025. Penanaman dilakukan di area perkebunan dan lahan lainnya, dengan target di Jabar mencapai 312 hektare pada tahap awal.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi lainnya, termasuk Menteri Pertanian, Kapolri, Penjabat (Pj.) Gubernur Jabar, Wakil Direktur Utama Perum Bulog, serta Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Dana Desa Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).

Adapun penanaman jagung pada kesempatan tersebut dilakukan di lahan seluas 13 hektare dari total target 50 hektare. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional yang melibatkan seluruh komponen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, dan petani.

Baca juga  Melalui Talkshow, Rakerda Kanwil BPN Provinsi Sulawesi Tenggara Resmi Dibuka

Dalam sambutannya, Ketua Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menyampaikan pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk mencapai target swasembada pangan. Dengan kolaborasi yang solid, target swasembada pangan tahun 2025 diyakini dapat tercapai.

“Dengan niat baik, kerja keras, kolaborasi, sinergi dengan seluruh stakeholder terkait lainnya dan juga masyarakat, utamanya dengan petani, insyaallah kita bisa mewujudkan semua [target swasembada pangan 2025],” ungkapnya di Kabupaten Subang, Selasa (21/1/2025).

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa penanaman jagung serentak merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Dengan target tanam seluas 1 juta hektare, diharapkan dapat menghasilkan sekitar 4 juta ton jagung dengan memanfaatkan bibit unggul yang memiliki produktivitas 8-10 ton per hektare.

Dia menegaskan, penanaman jagung tidak hanya dilakukan di Kabupaten Subang, tetapi juga akan berlangsung di sejumlah daerah lainnya seperti Kalimantan Barat (Kalbar). Oleh karena itu, proses penanaman tidak hanya dilakukan di lahan produktif, tetapi juga melalui pola tumpang sari di perkebunan kelapa sawit.

Baca juga  Packing House Bali Siap Dukung Ekspor Buah Naga

Sementara itu, rangkaian kegiatan panen telah direncanakan secara bertahap. Pada Februari 2025, panen perdana akan dilakukan di Kabupaten Kampar, Riau, dengan lahan seluas 40 hektare. Panen berikutnya dijadwalkan pada kuartal kedua di Kabupaten Bengkayang, Kalbar. Panen raya ketiga direncanakan pada Agustus 2025, dengan siklus tanam hingga panen yang akan terus berlanjut hingga Desember untuk memastikan keberlanjutan program.

“Bapak Mentan, Bapak Kapolri, sesuai dengan rapat terakhir bahwa penanaman jagung terakhir itu dilaksanakan di bulan September. Kenapa di bulan September? Karena nanti insyallah akan dilaksanakan panen raya di bulan Desember, sehingga siklus tanam jagung sampai dengan panen dalam satu tahun itu bisa terbaca,” ungkapnya.

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...