Terkini AgrariaIndra Gunawan: Reforma Agraria Senjata Utama Perang Lawan Kelaparan, BPN Palangka Raya...

Indra Gunawan: Reforma Agraria Senjata Utama Perang Lawan Kelaparan, BPN Palangka Raya Dukung Swasembada Pangan

AGRARIA.TODAY – Kepala BPN Kota Palangka Raya, Indra Gunawan, menegaskan komitmennya untuk mendukung program Reforma Agraria yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, program ini sangat relevan dengan upaya mewujudkan swasembada pangan, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah.

“Reforma agraria tidak hanya tentang keadilan dan kesejahteraan, tetapi juga tentang ketahanan pangan. Jadikan program ini sebagai senjata utama perang lawan kelaparan,” ujar Indra Gunawan kepada wartawan, Selasa 29 Oktober 2024.

Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya, memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam penambahan luas lahan pertanian nasional.

“Program reforma agraria yang dimikili Kementerian ATR/BPN merupakan lini strategis, baik dalam redistribusi tanah, penataan aset, hingga pada pembinaan masyarakat,” jelas Indra.

Redistribusi tanah adalah upaya melakukan pemberian Tanah Objek reforma agraria (TORA) dan sertifikasi tanah untuk masyarakat yang berhak.

Sementara, pada struktur penataan aset, Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya dapat memastikan kejelasan status kepemilikan.

Sehingga, unsur pembinaan masyarakat, terutama dalam hal pendampingan dengan memanfaatkan tanah secara produktif akan lebih relevan.

Baca juga  Tingkatkan Implementasi BLUD, Kemendagri Dorong Pemerintah Daerah Kembangkan Pengelolaan

“Maka, diperlukan penguatan internal, sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, baik tingkat kota maupun provinsi,” kata dia.

“Kami yakin stakeholder terkait akan ikut serta untuk mendukung keberhasilan reforma agraria ini,” jelas Indra Gunawan.

Undang-Undang RPJPN Jadi Landasan

Indra juga menyoroti pentingnya Undang – Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 yang telah mengamanatkan keberlanjutan program reforma agraria.

“Undang-undang ini, menjadi dasar hukum yang kuat bagi kita untuk melanjutkan pekerjaan besar sekarang demi masa depan,” tegasnya.

Diharapkan, dengan pelaksanaan program reforma agraria yang efektif, masyarakat dapat merasakan peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup.

“Kami ingin masyarakat memanfaatkan tanah mereka secara optimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan meningkatkan pendapatan,” kata Indra Gunawan.

Potensi

Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, semakin mencuri perhatian sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung pangan nasional.

Dengan luas lahan yang memadai dan kondisi geografis yang mendukung, kota ini diyakini mampu berkontribusi signifikan.

Terutama dalam mewujudkan target swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga  Mendagri Sampaikan Pesan Presiden Dalam Menjaga Pertumbuhan Ekonomi

Potensi Palangka Raya sebagai lumbung pangan tidak terlepas dari beberapa faktor pendukung, salah satunya luas lahan yang Potensial.

Kota Palangka Raya masih memiliki banyak lahan yang belum tergarap secara optimal dari luas wilayah yang ada yakni 2.853,12 Km2.

Dengan jumlah penduduk 302.310 jiwa, ada potensi pengembangan berbagai jenis tanaman pangan.

Apalagi dengan iklim tropis yang dimiliki Kalimantan Tengah, diyakini mampu mendorong pertumbuhan tanaman sepanjang tahun.

“Jadi memungkinkan, melakukan panen lebih sering dalam setahun,” jelas Indra Gunawan.

Tantangan dan solusi

Meskipun memiliki potensi besar, pengembangan sektor pertanian di Palangka Raya juga dihadapkan pada beberapa tantangan.

Seperti keterbatasan tenaga kerja, akses terhadap pasar, pengetahuan petani dan bencana banjir yang kerap menjadi momok petani.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan kerja sama yang baik antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

“Maka kami BPN Kota Palangka Raya siap bekerja mendukung program swasembada pangan sesuai arahan, fungsi dan kewenangan,” tutup Indra Gunawan. (ful/ign)

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...