Terkini AgrariaKepala BNPB Dampingi Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Terdampak Galodo

Kepala BNPB Dampingi Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Terdampak Galodo

AGRARIA.TODAYKepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, S. Sos., M.M., mendampingi Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo meninjau lokasi terdampak banjir lahar hujan atau galodo di wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada Selasa (21/5).

Rangkaian kunjungan kerja Presiden dimulai dengan meninjau salah satu lokasi terdampak yaitu Nagari Bukit Batabuah. Di Nagari ini, Presiden beserta rombongan melihat secara langsung rumah warga yang rusak dikarenakan terdampak banjir lahar hujan Gunungapi Marapi yang terjadi pada Sabtu (11/5) yang lalu.

Presiden juga meninjau salah satu sungai yang memiliki hulu di Gunungapi Marapi, serta melihat proses pembersihan material yang terbawa banjir lahar dingin.

Berdasarkan data terdampak di Nagari Bukit Batabuah yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Agam hingga Senin (20/5), terdapat sembilan orang meninggal dunia, rumah rusak berat 23 unit, rusak sedang empat unit dan rusak ringan 23 unit.

Baca juga  Di New York, Menteri Bambang Berbagi Strategi Indonesia Dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Sekaligus Mengentaskan Kemiskinan

Selanjutnya Presiden Joko Widodo, menuju ke lokasi pengungsian, bertempat di Lapangan Batu Taba tidak jauh dari lokasi pertama.

Saat di lokasi ini, Presiden berkesempatan untuk berdialog dengan masyarakat terdampak dan juga memberikan sejumlah bantuan, salah satunya simbolis bantuan rumah rusak.

Penanganan Bencana Berjalan Baik

Presiden Joko Widodo mengungkap, penanganan bencana galodo ini sudah baik.

“Saya lihat penanganan bencana di Agam maupun Tanah Datar ini sudah baik. Dimulai dari (proses) evakuasi korban, kemudian juga penanganan pengungsi, kemudian pembangunan jalan dan jembatan – jembatan darurat, semua sudah dilakukan. Masih ada satu (sampai) dua yang masih proses, kita kejar agar semua kembali normal,” ucap Presiden setelah lakukan tinjauan.

Bagi warga yang berdampak paling parah dan berada di kawasan yang berbahaya, akan direlokasi ke tempat lebih aman.

Baca juga  Kementerian ATR/BPN Bersama UGM dan PT MRT Jakarta Berkolaborasi Wujudkan 3D Kadaster di Indonesia

“Rumah rusak berat yang memang di jalur berbahaya, tidak mungkin dibiarkan membangun di tempat itu lagi, sangat berbahaya sehingga perlu relokasi.
Yang memang harus direlokasi, lahannya sudah disiapkan dan ditentukan bupati,” ujar Presiden.

Untuk mencegah kejadian serupa dan mengurangi dampak yang akan timbul, Presiden menginstruksikan untuk membuat sabo dam di sekitar Gunungapi Marapi.

“Setelah dihitung dibutuhkan sabo dam 56, yang ada sekarang baru dua sehingga diperlukan tambahan lagi yang banyak. Saya perintahkan tahun ini harus dimulai (pengerjaannya), terutama di tempat – tempat sangat penting, segera harus dimulai,” tuturnya.

Hadir dalam tinjauan kali ini Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia, Kepala Basarnas, Gubernur Sumatera Barat, Bupati Agam, perwakilan Kementerian PUPR, perwakilan Kementerian Sosial, serta perwakilan kementerian dan lembaga lainnya.

Latest Articles

Buka Forum Bakohumas 2026, Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyamaan Persepsi dalam Implementasi Sertipikat Elektronik

Agraria.today | Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria...

Pastikan Data Sertipikat Tanah Sesuai, Ini Cara Mudah Pengecekannya

Agraria.today | Jakarta - Masyarakat kini bisa memastikan kesesuaian...

Siapkan Ketersediaan SDM yang Berintegritas, Sekjen ATR/BPN Minta Dukungan Komisi II DPR RI dalam Transformasi STPN

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad...

Mendagri: Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Dirasakan oleh Masyarakat

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad...

Kendalikan Harga Komoditas, Sekjen Kemendagri Minta Pemda Pastikan Ketersediaan Cabai dan Bawang Merah

Agraria.today | Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam...

Related Articles

Pastikan Data Sertipikat Tanah Sesuai, Ini Cara Mudah Pengecekannya

Agraria.today | Jakarta - Masyarakat kini bisa memastikan kesesuaian data sertipikat tanah secara lebih mudah tanpa harus datang ke Kantor Pertanahan. Melalui layanan digital...

Siapkan Ketersediaan SDM yang Berintegritas, Sekjen ATR/BPN Minta Dukungan Komisi II DPR RI dalam Transformasi STPN

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) meminta dukungan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) terhadap...

Akhir Perjuangan Panjang, Sertipikat Tanah Mbah Tupon Kembali ke Tangan yang Berhak

Agraria.today | D.I. Yogyakarta - Setelah melalui proses hukum yang panjang, sertipikat tanah milik Tupon Hadi Suwarno atau Mbah Tupon, warga Dusun Ngentak, Bangunjiwo,...