Terkini AgrariaPenyelenggaran IGT Pertanahan dan Ruang yang Terintegrasi, Siap Wujudkan Indonesia Emas 2045

Penyelenggaran IGT Pertanahan dan Ruang yang Terintegrasi, Siap Wujudkan Indonesia Emas 2045

AGRARIA.TODAY – Pada Rabu (13/09/2023) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengadakan Seminar dan Diskusi Nasional dengan tema “Peran dan Tantangan Penyelenggaraan Informasi Geospasial Tematik Pertanahan dan Ruang Terintegrasi Menuju Pembangunan Agraria Berkelanjutan”. Seminar ini juga merupakan rangkaian acara dalam rangka peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) Tahun 2023.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Tata Ruang (Dirjen SPPR), Virgo Eresta Jaya menyebut ada satu pilar utama yang menjadi dasar atau landasan dalam paradigma administrasi pertanahan, yakni Land Information. Pilar ini kemudian menopang empat pilar tambahan yang meliputi Land Tenure, Land Value, Land Use, dan Land Development. Menurutnya, keempat pilar tersebut masih condong pada kebutuhan pemerintah dalam membuat kebijakan. Untuk itu, perlu ada pilar tambahan lainnya yang mewadahi kebutuhan masyarakat terkait pemenuhan data yang lebih spesifik dan lengkap, yaitu informasi geospasial tematik (IGT) pertanahan dan ruang yang terintegrasi.

“Kita perlu pilar kelima, tematik kebebasan yang based on our cadaster (IGT, red). Mungkin akhir bulan ini kita akan rilis peta kadaster. Semua orang dengan login tertentu bisa buat layer tema di atasnya, memberi warna bidang tanah sesuai dengan maunya. Supaya masyarakat Indonesia mau memanfaatkan informasi geospasial yang ada, membubuhkan tematik-tematik baru yang mungkin saat ini tidak terpikirkan,” ungkap Virgo Eresta Jaya selaku keynote speaker dalam seminar yang dilaksanakan di Hotel Intercontinental, Bandung, Jawa Barat.

Baca juga  Resmikan AMN Surabaya, Presiden: AMN Bangun Kerukunan Mahasiswa Antardaerah

Untuk bisa sampai pada penyelenggaraan IGT pertanahan dan ruang yang terintegrasi, Dirjen SPPR mengingatkan bawa perlu kolaborasi dari berbagai pihak. Kolaborasi diharapkan datang dari kementerian/lembaga terkait, perusahaan swasta, universitas, maupun masyarakat secara umum. “Maka dalam kesempatan ini, kita mengundang instansi dan kampus, juga perusahaan swasta untuk membantu kita. Bagaimana agar informasi yang kaya bisa dibuat lebih kaya dan bermanfaat lagi,” tuturnya.

Virgo Eresta Jaya mengungkapkan, penyelenggaraan IGT yang terintegrasi ini dilatarbelakangi dengan tujuan dan harapan pemerintah untuk membuat kebijakan yang baik, menata pasar yang lebih bagus, mengatur pembangunan yang berkelanjutan, sekaligus dapat memenuhi kebutuhan masyarakat seperti dalam hal manajemen aset. “Kita berharap semua masukan feedback complain akan menjadi kontribusi yang baik untuk kemajuan IGT berbasis pertanahan dan ruang. Karena kalau dulu administrasi pertanahan milik pemerintah, ke depan milik kita bersama,” ungkapnya.

Dalam seminar kali ini, Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB, Iwan Melano berpendapat, penyelenggaraan IGT pertanahan dan ruang yang terintegrasi ini menjadi prasyarat tercapainya visi Indonesia Emas 2045. “Dan seiring dengan hal tersebut, sektor bidang survei dan kadaster di Indonesia perlu bertransformasi secara inovatif dan didorong oleh komitmen yang teguh dalam mengerjakan tugas ini. Salah satunya dalam pendidikan profesi,” sebutnya.

Baca juga  Menkes: Pemerintah Tetapkan Tiga Kerangka Strategi Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19

Ia juga menjelaskan, kampus yang akan melahirkan para profesional di bidang pertanahan ini juga dituntut untuk menjadi bagian dalam menjawab tantangan penyelenggaraan IGT pertanahan dan ruang terintegrasi, menuju Kadaster Indonesia yang modern. “Kata kunci kadaster modern adalah monetisasi, pengelolaan IGT yang berorientasi pada pengguna, serta peran IGT dalam percepatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan tidak kalah penting, IGT harus memudahkan proses investasi,” tegas Iwan Melano.

Di pihak lain, dalam laporannya, Direktur Pengukuran dan Pemetaan Dasar Pertanahan dan Ruang, Herjon C.M. Panggabean menyampaikan dua poin penting yang ingin dicapai dalam seminar ini, “Pertama, adanya upaya yang dapat dijadikan acuan bagi pemerintah dalam rangka penyelenggaraan IGT pertanahan dan ruang yang terintegrasi. Kedua, seminar ini mampu menyinergikan seluruh stakeholder, instansi, dan akademisi dalam penyelenggaraan IGT,” pungkasnya.

Hadir dalam seminar dan diskusi nasional ini, Dirjen Tata Ruang, Gabriel Triwibawa; Sekretaris Direktorat Jenderal SPPR, Fitriyani Hasibuan; Direktur Pengukuran dan Pemetaan Kadastral, Yuli Mardiyono; Direktur Survei dan Pemetaan Tematik, Agus Wahyudi Kushendratno; Guru Besar dari ITB, IPB, UGM; serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat beserta jajarannya. (GE/OD)

#KementerianATRBPN
#MelayaniProfesionalTerpercaya
#MajuDanModern
#MenujuPelayananKelasDunia

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...