Terkini AgrariaKementerian ATR/BPN Pelajari Pedoman Social Impact Assessment dari PLANMalaysia

Kementerian ATR/BPN Pelajari Pedoman Social Impact Assessment dari PLANMalaysia

AGRARIA.TODAY – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan (Ditjen PTPP) berupaya memitigasi dampak sosial yang ditimbulkan dari pembangunan kepentingan umum. Untuk mengkaji terkait dampak yang ditimbulkan, Kementerian ATR/BPN bekerja sama dengan PLANMalaysia yang difasilitasi oleh Bank Dunia menggelar forum “Knowledge Sharing on Social Impact Assessment (SIA)”.

Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, Direktur Jenderal (Dirjen) PTPP Kementerian ATR/BPN, Embun Sari berharap akan memberikan pandangan yang lebih luas bagi Kementerian ATR/BPN terkait dampak sosial dari pengadaan tanah. “Diharapkan pembelajaran dari best practices di negara-negara lain dan masukan dari Bapak/Ibu bisa memperkaya persiapan dan komitmen dari ATR/BPN dan Bank Dunia dalam mengembangkan panduan untuk melaksanakan SIA dalam proses pengadaan tanah di Indonesia,” ujarnya saat membuka kegiatan yang berlangsung secara daring dan luring di Harris fX Sudirman, Jakarta, pada Selasa (06/06/2023).

Ia mengatakan, dampak sosial merupakan isu krusial dalam kegiatan yang melibatkan masyarakat banyak. “Isu dampak sosial sejatinya sudah diamanatkan dalam Undang-Undang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum Pasal 15. Dalam menyusun dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPPT), instansi yang memerlukan tanah harus mengacu pada studi kelayakan yang di antaranya mencakup penilaian dampak sosial,” jelas Embun Sari.

Baca juga  Penumpang kereta Bekasi minta buka kembali jalur bandara

Sementara itu, General Director of Department of Town and Country Planning (PLANMalaysia), Ministry of Local Government and Development, Alias bin Rameli menyampaikan bahwa Malaysia mengimplementasikan kebijakan terkait SIA yang telah diluncurkan pada April 2023. Ia menyatakan, pedoman manual untuk pilot project dan para profesional juga telah dirumuskan.

“Di sini kami bertujuan menyebarluaskan pemahaman pentingnya kajian dampak sosial dan pedoman-pedoman untuk menerapkan Panduan Pelaksanaan untuk SIA yang telah diluncurkan. Kerja sama berbagai pihak sangat penting dan kami dengan senang bisa membagikan pengalaman kami dan juga pada saat yang sama belajar dari pengalaman negara-negara lain,” ungkap Alias bin Rameli.

Dalam kesempatan ini, perwakilan Bank Dunia Indonesia, Sustainability and Social Inclusion General Practice, Satoshi Ishihara sekaligus moderator sesi diskusi menyampaikan, Indonesia sedang berupaya merumuskan pedoman analisis terhadap dampak sosial. Menurutnya, kegiatan Knowledge Sharing on SIA menjadi forum untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. “Ini akan menjadi informasi dan wawasan yang berharga bagi Kementerian ATR/BPN dan bagi kami di World Bank yang akan mendukung Kementerian ATR/BPN memiliki pedoman analisis dampak pedoman ini,” paparnya.

Baca juga  Mendagri: Gubernur harus maksimalkan penyaluran dana otsus

Kegiatan ini turut diikuti Tenaga Ahli Menteri ATR/Kepala BPN Bidang Partisipasi dan Pemberdayaan Masyarakat; serta beberapa Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, dan Pejabat Fungsional di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Hadir sebagai narasumber, Director Research and Development Division of Town and Country Planning (PLANMalaysia), Ministry of Local Government and Development, Chee Ping Ngang. (YS/YZ)

#KementerianATRBPN
#MelayaniProfesionalTerpercaya
#MajuDanModern
#MenujuPelayananKelasDunia

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...