Terkini AgrariaBertemu para Akuntan, Presiden Minta Penyederhanaan Prosedur Pelaporan

Bertemu para Akuntan, Presiden Minta Penyederhanaan Prosedur Pelaporan

Saat meresmikan pembukaan Kongres XIII Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) di Istana Negara, Presiden Joko Widodo meminta agar proses pengurusan SPJ (Surat Pertanggungjawaban) lebih disederhanakan. Menurutnya, prosedur pelaporan SPJ saat ini terlalu banyak.

“Saya cek kayak laporan-laporan SPJ, ada 43 laporan yang harus disiapkan. Itu bapak-ibunya, ternyata ada anak-cucu lagi. Dari 43 beranak cucu menjadi 123. Ini bekerja, energi kita habis hanya untuk urusan laporan dan SPJ,” ujarnya pada Selasa, 11 Desember 2018.

Hal serupa juga terjadi baru-baru ini dalam hal pencairan anggaran penanganan gempa Lombok kepada masyarakat yang tak kunjung cair oleh karena banyaknya prosedur. Padahal, pemerintah pusat sendiri telah menyiapkan anggaran tersebut di bank untuk dapat disalurkan ke masyarakat.

“Saya ini memang orang jalanan, senangnya di lapangan mengecek. Apa yang saya temukan? Ternyata prosedurnya ada 17. Kenapa belum sampai? Pak, yang ini belum, ini belum. Saya kaget, padahal masyarakat sudah menunggu dan uangnya sudah ada. Berhari-hari hanya masalah 17 prosedur yang harus diikuti,” tuturnya.

Baca juga  Jelang Penurunan Bendera, Presiden Jokowi Sapa Tamu Undangan dan Masyarakat

Maka itu, di hadapan para akuntan dalam acara ini, Kepala Negara meminta mereka untuk dapat merumuskan prosedur pelaporan yang sederhana, cepat, tapi dapat dipertanggungjawabkan. Menurut Presiden, prinsip pertanggungjawaban bukan berorientasi pada prosedur yang berbelit-belit.

“Nah, sekarang ketemu dengan IAI. Saya minta tolong disiapkan sebuah prosedur yang orientasinya bukan performa, tetapi substansi. Enggak usah banyak-banyak prosedur, bagaimana bisa memotong agar cepat. Karena menurut saya prinsip akuntansi itu cepat, murah, dan aman,” ucapnya.

Presiden mengatakan, administrasi negara harus disederhanakan agar pimpinan-pimpinan di setiap kementerian/lembaga maupun daerah bisa memutuskan secara cepat di tengah perkembangan zaman. Administrasi pelaporan yang berbelit hanya akan mempersulit diri.

“Akuntansi jangan mempersulit langkah yang membuat kita kepada sebuah jebakan kesalahan,” tuturnya.

Pada prinsipnya, Kepala Negara memiliki pandangan yang sama bahwa akuntabilitas merupakan kunci dalam pengelolaan keuangan untuk dapat terhindar dari upaya penyelewengan atau penyimpangan. Namun, di samping itu, kecepatan dan orientasi pada hasil juga seharusnya menjadi kunci dalam pengelolaan keuangan.

Baca juga  Menteri AHY Ikut Rayakan ASEAN DAY ke-57

“Pada kesempatan ini saya ingin menegaskan bahwa selain akuntabilitas dan efisiensi, kecepatan dan orientasi pada hasil itu juga sangat penting,” kata Presiden.

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...