Terkini AgrariaKementerian ATR/BPN Upayakan Reforma Agraria yang Berkelanjutan bagi Kesejahteraan Masyarakat

Kementerian ATR/BPN Upayakan Reforma Agraria yang Berkelanjutan bagi Kesejahteraan Masyarakat

AGRARIA.TODAY – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) turut menjadi instansi pemerintah yang menjalankan Program Strategis Nasional (PSN) Reforma Agraria sejak tahun 2015 sesuai arahan Presiden RI, Joko Widodo. Perkembangan dan capaian program Reforma Agraria yang berkelanjutan tentu akan terus dimaksimalkan, sebagai upaya memberikan sebesar-besar kemakmuran bagi rakyat.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ATR/BPN, Himawan Arief Sugoto menjelaskan bahwa menjelang tahun 2024, pihaknya telah menyusun beberapa rencana kerja untuk percepatan program Reforma Agraria. “Untuk mempercepat, kita berkolaborasi antar kementerian/lembaga (K/L) melalui payung Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA),” ujar Sekjen Kementerian ATR/BPN pada Live Interview program Economic Update CNBC pada Senin (22/08/2022).

Himawan Arief Sugoto juga menjelaskan, Reforma Agraria ini tak hanya melakukan legalisasi aset semata, namun juga memberikan pemberdayaan kepada masyarakat. “Ini tujuan yang kita harapkan. Masyarakat yang punya akses dalam kepemilikan tanah dan pemanfaatan tanah, kita fasilitasi melalui Reforma Agraria. Kita harapkan ini mengurangi gini rasio yang saat ini begitu timpang,” jelasnya.

Baca juga  566 Pasukan Dikerahkan Dukung Operasional RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran

Lebih lanjut, Himawan Arief Sugoto berkata bahwa perlu mengemas program Reforma Agraria yang berkelanjutan. Sehingga, program Reforma Agraria dapat benar-benar membantu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. “Kita dari legalisasi aset hingga pemberdayaan, jika perlu kita bantu permodalan dan pemasarannya. Bagaimana aset tanah yang dimiliki menjadi produktif,” terang Sekjen Kementerian ATR/BPN.

Pada wawancara ini, Himawan Arief Sugoto juga membahas soal mafia tanah yang masih menjadi tugas besar bagi Kementerian ATR/BPN. Menurutnya, mafia tanah adalah sekelompok orang maupun kelompok yang melakukan pemufakatan jahat dengan objeknya berupa aset tanah milik orang lain. Banyak pula faktor internal maupun eksternal yang dapat menjadi celah sindikat mafia tanah untuk melakukan aksinya.

“Salah satunya seperti faktor perkembangan teknologi. Dahulu mungkin teknologi pemetaannya tidak secanggih saat ini. Sehingga beberapa produk sertipikat yang kita keluarkan pada puluhan tahun lalu mendapat masalah saat ini. Namun, kita akan terus perbaiki dan pilah ini,” terang Himawan Arief Sugoto.

Baca juga  Sedikit Mundur, MPP Payakumbuh akan beroperasi Awal Oktober

Kementerian ATR/BPN juga terus melakukan upaya pemberantasan kejahatan pertanahan dengan memperkuat sinergi empat pilar yang terdiri atas, Kementerian ATR/BPN, aparat penegak hukum, badan peradilan dan pemerintah daerah. “Pak Menteri begitu kuat berkomitmen dalam memberantas mafia tanah. Kita tidak akan pandang bulu, benar-benar diberantas hingga tuntas,” pungkasnya. (AR/RM)

#KementerianATRBPN
#MelayaniProfesionalTerpercaya
#MajuDanModern
#MenujuPelayananKelasDunia

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...