Terkini Agraria5 Provinsi Prioritas Sebagai Penggerak Konsolidasi Tanah Tahun 2018

5 Provinsi Prioritas Sebagai Penggerak Konsolidasi Tanah Tahun 2018

Peningkatan efisiensi, produktivitas dan kualitas lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum hak atas tanah masyarakat perlu dilakukan melalui kegiatan konsolidasi tanah. Ini dapat dimanfaatkan untuk pembangunan prasarana dan sarana sosial, ekonomi, budaya serta utilitas.

Secara keseluruhan kegiatan Konsolidasi Tanah pada Tahun Anggaran 2018 ini tersebar di 19 provinsi di seluruh Indonesia, dimana 5 (lima) provinsi diantaranya merupakan provinsi prioritas yang pelaksanaan Konsolidasi Tanah-nya mendapatkan dukungan penuh masyarakat dan pemerintah daerah.

Kelima provinsi tersebut adalah Sumatra Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan. Pelaksanaan Konsolidasi Tanah di setiap provinsi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda, tantangan dan persoalan yang dihadapi baik dari eksternal maupun internal pelaksana juga berbeda. Hal ini disampaikan dalam pembukaan Ekspose dan Knowledge Sharing Pelaksanaan Konsolidasi Tanah Tahun 2018 di Hotel Grand Mahakam, Jakarta (28/11).

Baca juga  Wajah Nusantara Warnai Upacara Bendera Peringatan HUT ke-74 RI di Kementerian ATR/BPN

“Melalui Konsolidasi Tanah diharapkan target Reforma Agraria dapat dicapai dengan memperhatikan ketersediaan sarana, prasarana dan utilitas suatu kawasan sehingga selain mendapatkan security of tenure , masyarakat juga akan mendapatkan manfaat seperti kemudahan akses dan peningkatan kualitas lingkungan,” ungkap Dirjen Penataan Agraria.

Kemudian ditambahkan juga oleh Muhammad Ikhsan pentingnya penataan kawasan kota seiring dengan maraknya pembangunan.

“Salah satu potensi besar lainnya dalam pemanfaatan Konsolidasi Tanah saat ini adalah dalam menata kawasan perkotaan. Tingginya urbanisasi dan pesatnya pembangunan menyebabkan timbulnya berbagai persoalan di perkotaan Indonesia,” ungkap Dirjen Penataan Agraria.

Harapannya adalah agar kegiatan ini menjadi ajang media promosi dan menjalin networking sekaligus kesempatan untuk menularkan keberhasilan pelaksanaan konsolidasi tanah pada 5 provinsi prioritas agar menjadi motivasi kepada daerah lainnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 68 peserta yang terdiri dari pejabat struktural Penataan Agraria di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi dan Kantor Pertanahan seluruh Indonesia, Pejabat dari lingkungan pemerintah daerah, serta berbagai narasumber dari kalangan akademisi, praktisi, profesional, instansi lain, serta lembaga internasional seperti Bank Dunia dan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Baca juga  Kementerian ATR/BPN Raih WTP 5 Tahun berturut-turut dan Anugerah BMN Awards 2019 dari Kemenkeu

Narasumber yang hadir antara lain yaitu Dr. Yayat Supriyatna, MSP., akademisi dari Universitas Trisakti; Ir. Dodo Juliman Ketua Combine Resource Institution, Ahmad Gamal, S.Ars., M.Si., M.U.P., Ph.D. akademisi dari Universitas Indonesia, dan Rizki Abdulharis, akademisi dari Institut Teknologi Bandung.

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...