Terkini AgrariaPemanfaatan SIDA-KTPP untuk Mendukung Kegiatan Pengembangan Pertanahan

Pemanfaatan SIDA-KTPP untuk Mendukung Kegiatan Pengembangan Pertanahan

AGRARIA.TODAY – Pemanfaatan Sistem Informasi Data Konsolidasi Tanah dan Pengembangan Pertanahan (SIDA-KTPP) pada sistem informasi geografis atau GIS (Geographic Information System) terus dimaksimalkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Hal ini karena dilatarbelakangi data pelaksanaan konsolidasi tanah yang belum terinventarisasi dengan baik, sehingga tidak dapat digunakan sebagai alat untuk menindaklanjuti pelaksanaan konsolidasi tanah di daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan (Dirjen PTPP), Embun Sari dalam Workshop GIS Pengembangan Pertanahan yang diselenggarakan oleh Direktorat Konsolidasi Tanah dan Pengembangan Pertanahan (KTPP) di JW Marriot Hotel, Jakarta, Rabu (06/07/2022).

Dirjen PTPP mengatakan, penerapan sistem GIS merupakan upaya penanganan masalah pelaksanaan konsolidasi tanah maupun evaluasi dan analisis lebih lanjut. Selain itu, sistem GIS juga berfungsi mendukung lokasi-lokasi yang potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan pengembangan pertanahan serta mendukung program One Map Policy. Melalui sistem aplikasi tersebut, data dan informasi yang dikelola serta dihasilkan dapat dimanfaatkan dan juga ditindaklanjuti.

Baca juga  Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal bagi Ulama dan Tokoh Lintas Agama

“Saat ini Direktorat Konsolidasi Tanah dan Pengembangan Pertanahan telah mempunyai suatu sistem database bernama SIDA-KTPP yang tidak hanya menampung data hasil pelaksanaan konsolidasi tanah, tetapi juga hasil identifikasi, inventarisasi, dan hasil pengolahan data pertanahan yang mendukung kegiatan pengembangan pertanahan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan mengenai sistem GIS yang dapat menunjang pembangunan dan perencanaan ruang. “GIS adalah alat berbasis komputer untuk memetakan dan menganalisis hal-hal dan peristiwa yang terjadi di permukaan bumi, dengan cara mengintegrasikan database dengan operasi seperti query dan analisis statistik dengan visualisasi yang unik dan teknologi ini memiliki banyak manfaat, di antaranya untuk diinventarisasi sumber daya alam, untuk perencanaan pembangunan, perencanaan ruang, dan mitigasi bencana,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Konsolidasi Tanah dan Pengembangan Pertanahan, Aria Indra Purnama menjelaskan tipologi pengembangan pertanahan di antaranya On Site Development-Konsolidasi Tanah, pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD), pengembangan kawasan strategis, dan pengembangan kota/permukaan baru.

Baca juga  Menpora Apresiasi Penyelenggaraan Microsoft Office Specialist & Adobe Certified Professional National Championship 2021

“Contoh kawasan TOD yang sudah dilaksanakan di Direktorat KTPP, yakni kawasan TOD Harmoni, Jakarta, selanjutnya pengembangan kawasan strategis, yaitu mengetahui fungsi dari suatu kawasan. Pengembangan kota/permukiman baru, yang menjadi isu utama, yaitu permasalahan administrasi pertanahan perlu melakukan komunikasi antara pemerintah daerah dan sektor terkait untuk program KOTAKU,” jelasnya. (JR/FM)

#KementerianATRBPN
#MelayaniProfesionalTerpercaya
#MajuDanModern
#MenujuPelayananKelasDunia

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...