Terkini AgrariaGTRA Summit 2022 Dorong Kerja Sama Lintas Sektor untuk Penataan Akses bagi...

GTRA Summit 2022 Dorong Kerja Sama Lintas Sektor untuk Penataan Akses bagi Kesejahteraan Masyarakat

AGRARIA.TODAY – Masih dalam rangka Puncak Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Summit 2022, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berupaya menyusun rencana dan aksi (renaksi) terkait konsolidasi langkah-langkah lanjutan. Selain mendorong asset reform melalui legalisasi aset, juga perlu adanya access reform melalui pemberdayaan masyarakat pasca legalisasi aset agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat seperti tujuan dari Reforma Agraria.

Staf Ahli Menteri ATR/Kepala BPN Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah, Gabriel Triwibawa berkata, kegiatan Puncak GTRA Summit 2022 ini menjadi sebuah momentum terkait program Reforma Agraria. “Kita harus upayakan renaksi secara konkret. Indikatornya apa, siapa yang melakukan rencana aksi, kita harus pantau bulan per bulan dan saya dorong agar Tim Reforma Agraria Pusat untuk menyusun dashboard bersama terkait penyelesaian Reforma Agraria,” terangnya pada diskusi panel yang berlangsung di Wakatobi, Sulawesi Tenggara dengan tema Penataan Akses Masyarakat Hukum Adat, Tradisional, dan Lokal di Wilayah Pesisir, Pulau-Pulau Kecil pada Kamis (09/06/2022).

Menurut Gabriel Triwibawa, penyusunan rencana aksi secara konkret terkait Reforma Agraria ini menjadi penting mengingat perjalanan Reforma Agraria yang cukup panjang. Terlebih, Reforma Agraria mempunyai tujuan besar untuk mengurangi ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah serta sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. “GTRA ini untuk menyinkronkan unit-unit di kementerian dan lembaga agar terkoordinasikan secara konvergen untuk tujuan yang sama, yaitu menghadirkan negara di tengah-tengah masyarakat,” tutur Gabriel Triwibawa.

Baca juga  Riza Palefi Terima Government Award 2019 dari Eko Putro Sandjojo

Lebih lanjut, Gabriel Triwibawa juga mengungkapkan rekomendasi gagasan demi mendukung pemahaman terhadap keberagaman karakteristik masyarakat adat dan tradisional. Ia menyebut, sebagai upaya melakukan percepatan pengakuan masyarakat adat, maka penting untuk memastikan keberadaan masyarakat tersebut dalam suatu wilayah. “Mulai dari struktur masyarakat, hukum dan norma adat yang dilaksanakan masyarakat, wilayah, itu semua memerlukan pemetaan dan penetapan wilayah,” ujarnya.

Terkait penataan akses, sejumlah lembaga telah memiliki beberapa program unggulan sebagai upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui aspek pemberdayaan. Perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Tesi Triani mengatakan bahwa pihaknya memiliki program pemberantasan kemiskinan ekstrem yang berpotensi untuk disinergikan dengan seluruh kementerian dan lembaga.

“Melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Kemiskinan Ekstrem, tingkat kemiskinan ekstrem diharapkan mencapai 0% di tahun 2024. Pada 8 Juni 2022 lalu, Presiden menandatangani instruksi tersebut kepada seluruh kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah. 212 kabupaten/kota yang menjadi prioritas perluasan, termasuk juga Wakatobi,” jelas Tesi Triani.

Baca juga  Wujudkan Pemerataan, Mendagri Kembali Tekankan Pembangunan dari Pinggiran dan Desa

Dalam sesi diskusi ini, turut hadir Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ridwan Mulyana. Terkait pemberdayaan masyarakat untuk mencapai kesejahteraan, ia menyebut bahwa KKP senantiasa mengusung satu misi bahwa ekologi sebagai panglima. “Sehingga, apa pun pengembangan bagi peningkatan ekonomi tak boleh mengalahkan kelestarian ekologi yang berkelanjutan, salah satunya di sektor perikanan tangkap,” ujarnya.

Ridwan Mulyana menjelaskan bahwa sejak tahun 2014, KKP telah mendorong kegiatan pra sertipikasi Hak atas Tanah serta pemberdayaan Hak atas Tanah untuk budidaya ikan. “Fokusnya pada lahan-lahan budi daya yang belum memiliki sertipikat. Ada sertipikasi, access reform pasca sertipikasi, harapannya ada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Ridwan Mulyana. (AR/JM)

#KementerianATRBPN
#MelayaniProfesionalTerpercaya
#MajuDanModern
#MenujuPelayananKelasDunia

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...