Terkini AgrariaReforma Agraria Mewujudkan Pemulihan Ekonomi Bali Era Baru yang Tangguh

Reforma Agraria Mewujudkan Pemulihan Ekonomi Bali Era Baru yang Tangguh

AGRARIA.TODAY – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bergegas melaksanakan Reforma Agraria sebagai bentuk dukungan terhadap Program Strategis Nasional (PSN) yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2018, Reforma Agraria adalah penataan kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan melalui penataan aset dan disertai dengan penataan akses untuk kemakmuran rakyat Indonesia.

Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Surya Tjandra mengatakan dalam sambutannya, Reforma Agraria adalah salah satu solusi untuk menghidupkan kembali perekonomian di Bali. “Kondisi perekonomian di Bali menurun karena pandemi Covid-19. Maka dari itu, diperlukan solusi untuk terus menghidupkan perekonomian di Bali, salah satunya dengan program Reforma Agraria. Dengan Rakor GTRA ini diharapkan mampu mendapat solusi yang optimal serta mewujudkan ekonomi Bali era baru yang tangguh” ujar Surya Tjandra dalam Rapat Koordinasi (Rakor) GTRA Provinsi Bali yang berlangsung secara luring dan daring pada Rabu (18/05/2022).

Surya Tjandra juga mengatakan ada kesempatan baik yang dapat dihasilkan melalui Rakor GTRA ini. “Ada momentum yang bisa dimanfaatkan, seperti membereskan kebutuhan akan aset dan akses terhadap tanah, kebutuhan masyarakat adat dalam hal ini terkait kepastian hak, serta pemberdayaan masyarakat yang bisa lebih efektif. Yang terpenting bukan hanya Bali bisa kembali seperti kondisi semula, tapi kita bisa belajar apa dari kondisi yang terjadi saat ini, karena tanpa adanya pandemi pun akan tetap ada kebutuhan membereskan hal-hal tersebut,” ungkapnya.

Baca juga  Minyak turun satu persen tertekan prospek peningkatan pasokan Iran

“Hal ini tidak bisa selesai dengan kita sendiri, barangkali melalui GTRA dengan pendekatan holistik, serta bagaimana kita berkomunikasi, koordinasi, dan sinkronisasi antar pemangku kepentingan terkait. Melalui itu bisa menjadi peluang kita dalam pelaksanaan Reforma Agraria di tingkat pusat maupun daerah,” tutur Surya Tjandra.

Direktur Jenderal Penataan Agraria Kementerian ATR/BPN, Andi Tenrisau menyampaikan bahwa Reforma Agraria merupakan implementasi Jagad Kertih untuk mewujudkan ekonomi Bali era baru yang tangguh. “Sebagai implementasi Jagad Kertih untuk mewujudkan ekonomi Bali era baru yang tangguh, maka perlu menerapkan Sistem Penataan Agraria Berkelanjutan (SPAB). SPAB memiliki esensi yakni bagaimana melakukan pengelolaan sumber-sumber agraria khususnya tanah, dilakukan proses penataan yang baik sehingga tercapai suatu tujuan. SPAB ini didukung oleh tiga kegiatan pokok, yaitu penataan aset, penataan penggunaan tanah, dan penataan akses,” jelas Andi Tenrisau.

Baca juga  Antisipasi Rumah Sakit Penuh, Kades Diminta Perkuat Ruang Isolasi Desa

Lebih lanjut, ia berharap sistem SPAB dapat menghasilkan terciptanya kepastian hukum dan kesejahteraan rakyat. “Apakah tanah sudah digunakan dengan baik dan bagaimana pemberdayaan masyarakat dapat memberikan manfaat kepada para pemilik tanah. Sistem SPAB ini juga diharapkan ada evaluasi secara berkala setiap tahun, sehingga dapat diketahui manfaat yang diterima masyarakat,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bali, Wayan Koster menuturkan bahwa dalam pelaksanaan Reforma Agraria dibutuhkan kerja sama antar kementerian/lembaga (K/L) maupun pemerintah daerah. “Kerja sama dibutuhkan khususnya dalam hal penataan akses. Bagaimana kita bisa memanfaatkan potensi yang ada. Oleh karena itu, perlu dukungan dari K/L terkait. Kalau ini bisa diselesaikan dengan baik, potensi konflik pertanahan di Bali bisa diminimalisir. Sehingga, kesejahteraan masyarakat dapat kita tingkatkan,” pungkas Gubernur Bali. (RE/RZ)

#KementerianATRBPN
#MelayaniProfesionalTerpercaya
#MajuDanModern
#MenujuPelayananKelasDunia

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...