Terkini AgrariaKemendagri Apresiasi Capaian Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Mal Pelayanan Publik di Provinsi...

Kemendagri Apresiasi Capaian Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Mal Pelayanan Publik di Provinsi Kalsel

AGRARIA.TODAY – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi serta inisiatif pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Keberadaan MPP di sejumlah daerah di Provinsi Kalsel, seperti Kabupaten Tabalong dan Kota Banjarbaru, dinilai telah meningkatkan pelayanan publik di provinsi tersebut. Fasilitas tersebut juga telah memudahkan layanan izin berusaha, serta meminimalisir potensi Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Staf Ahli Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik La Ode Ahmad mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kalsel Tahun 2023 secara virtual, Rabu (13/4/2022).

La Ode mengatakan, pembangunan daerah merupakan bagian tak terpisahkan dari pembagunan nasional. Karenanya, pembangunan daerah tersebut perlu selaras, tersambung, dan terintegrasi dengan pembangunan nasional. Dalam kesempatan itu, La Ode mengapresiasi capaian pembangunan makro Provinsi Kalsel, terutama dari segi pertumbuhan perekonomian yang menunjukkan torehan positif, yakni 3,48 persen. Angka ini mengalami kenaikan dari sebelumnya yang terkontraksi hingga -1,82 persen.

Meski demikian, La Ode menekankan, Provinsi Kalsel perlu memberikan perhatian terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Pasalnya, angka TPT daerah tersebut mengalami peningkatan hingga 4,95 persen pada 2021. Jumlah ini lebih tinggi dibanding pada 2020 yang hanya 4,74 persen. Kedepan Provinsi Kalsel dinilai perlu menyiapkan strategi efektif dan tepat untuk menurunkan angka TPT.

Baca juga  Presiden Jokowi Buka Indonesia Fintech Summit 2020 secara Virtual

Dilain sisi, dirinya mengharapkan pemerintah daerah (Pemda) dapat memprioritaskan pelaksanaan urusan wajib pelayanan dasar dengan menerapkan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bagi masyarakat. Tak hanya itu, pemda juga didorong mengalokasikan anggaran untuk memenuhi penerapan SPM terhadap belanja yang dapat dirasakan langsung masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, La Ode juga meminta Provinsi Kalsel agar berkomitmen dan bersungguh-sungguh dalam mempercepat penurunan prevalensi angka stunting. Pasalnya, angka stunting masih terbilang cukup tinggi yakni sebesar 30 persen pada 2021. Hal ini memerlukan penanganan dari berbagai pihak yakni dengan mengoptimalkan peran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) baik di provinsi, kabupaten, maupun kota.

Selain itu, upaya tersebut juga perlu ditopang dengan pengelolaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang melibatkan peran TP PKK, utamanya dalam penanganan 10 program pokok PKK. Dalam hal ini, pemda diminta mengalokasikan anggaran secara memadai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung urusan tersebut.

La Ode melanjutkan, Provinsi Kalsel juga dipacu untuk memaksimalkan potensi daerahnya, salah satunya melalui sektor pariwisata. Terlebih, di Provinsi Kalsel terdapat beragam potensi wisata, mulai dari sungai, pantai, hutan, pegunungan, wisata religi, hingga situs-situs bersejarah. Dirinya berharap, berbagai potensi wisata yang termuat di dalam Calendar of Event (CoE) Kalsel tahun 2022 dengan 64 agenda kepariwisataan yang diluncurkan pemda pada akhir 2021 lalu dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Pasalnya, hal ini diyakini akan memacu upaya pemulihan ekonomi di bidang pariwisata.

Baca juga  Bali Bangkit dan Bali Kembali, Kerja Keras Pentaheliks untuk Pulihkan Kehidupan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19

La Ode juga mengimbau pemda untuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Tata Cara Perhitungan Tarif Retribusi dalam Penyelenggaraan Penanganan Sampah. Selain itu, pemda juga diminta memonitor dan menjaga kestabilan harga bahan pokok serta inflasi daerah menjelang Idul Fitri. Pemda diminta melakukannya dengan mengoptimalkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang telah terbentuk di daerah.

Diakhir sambutannya, La Ode menyampaikan, agar dalam menyusun RKPD Tahun 2023, Provinsi Kalsel dapat menjabarkan sasaran dan prioritas pembangunan tahun 2023 sejalan dengan kebijakan nasional dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026. Di samping itu, pemda juga diminta memperhatikan kebijakan pengendalian, penanggulangan, dan pemulihan ekonomi menuju endemi Covid-19. Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Kalsel juga didorong untuk segera menyempurnakan rancangan RKPD berdasarkan berita acara Musrenbang RKPD Tahun 2023.

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...