Terkini AgrariaPresiden Jokowi Serahkan Langsung 1.300 Sertifikat di Lampung Tengah

Presiden Jokowi Serahkan Langsung 1.300 Sertifikat di Lampung Tengah

Presiden Joko Widodo menyerahkan secara langsung 1.300 sertifikat hak atas tanah untuk masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah. Penyerahan sertifikat ini dilakukan di Gedung Lapangan Tenis Pemda Lampu Tengah sebagai rangkaian kunjungan kerja Presiden ke Lampung pada Jumat, 23 November 2018.

Keluhan yang sering diterima oleh Presiden terkait dengan sengketa lahan akibat ketiadaan sertifikat merupakan pemicu utama bagi pemerintah untuk mempercepat penerbitan sertifikat untuk rakyat.

“Setiap saya ke daerah, baik itu ke kampung, baik itu ke desa, keluhannya adalah sengketa lahan. Itu tidak hanya di Provinsi Lampung, di seluruh provinsi. Di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, NTB, NTT, Maluku, dan Papua semuanya yang namanya sengketa lahan itu ada di mana-mana,” kata Presiden.

Kepala Negara menyerahkan langsung sebanyak 1.300 sertifikat untuk masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah pada kesempatan kali ini. Sementara pada akhir tahun ini pemerintah akan menerbitkan hingga kurang lebih 30.000 sertifikat khusus di Lampung Tengah. Adapun secara keseluruhan, sebanyak 264.000 sertifikat akan diterbitkan untuk masyarakat Provinsi Lampung pada tahun ini.

Baca juga  Argentina capai semifinal, singkirkan Serbia 97-87

Menurut Presiden, kepemilikan sertifikat atas tanah yang masyarakat miliki merupakan hal yang sangat penting. Masyarakat tak perlu lagi khawatir akan status tanah yang mereka miliki karena dapat dibuktikan dengan sertifikat.

“Kalau sudah pegang ini (sertifikat) kemudian ada sengketa enak sekali kita. Ini tunjukkan aja di sini, nama pemilik ada, luasnya ada. Mau apa? Pasti enggak akan berani mengajak sengketa kalau sudah pegang,” tuturnya.

Selain itu, Presiden juga kembali mengingatkan kepada para penerima sertifikat agar bersikap bijak apabila ingin menjadikan sertifikat sebagai agunan di bank. Dirinya tak mempermasalahkan apabila ada masyarakat yang ingin mendapat pinjaman dana dengan menggadaikan sertifikat yang dimiliki. Hanya saja dirinya berharap agar masyarakat memanfaatkannya untuk hal yang produktif seperti investasi maupun modal usaha.

“Gunakan semuanya (pinjaman) untuk modal kerja, modal usaha, dan investasi. Kalau dapat untung ditabung. Begitu terkumpul mau beli mobil yang bagus, truk, atau bus silakan. Tapi dari keuntungan, bukan dari pokok pinjaman,” ucapnya.

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...