Terkini AgrariaSempat Surut, Banjir Kembali Kepung Enam Kecamatan di Pasuruan

Sempat Surut, Banjir Kembali Kepung Enam Kecamatan di Pasuruan

AGRARIA.TODAY – Banjir kembali kepung enam kecamatan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, setelah sebelumnya pada Senin, (10/1) pukul 19.00 Sungai Rejoso meluap dan mengakibatkan 12 desa terendam. Banjir dilaporkan sempat surut namun air kembali naik dengan ketinggian bervariasi mulai 50 cm hingga 100 cm.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mendata warganya sebanyak 5.017 Kepala Keluarga (KK) di enam kecamatan terdampak banjir. Adapun enam kecamatan terdampak antara lain Kecamatan Gondang Wetan tepatnya Desa Sekarputih, Kecamatan Kraton tepatnya Desa Tambakrejo. Kemudian Kecamatan Grati tepatnya Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Gempol tepatnya Desa Gempol.

Selanjutnya Kecamatan Beji tepatnya Desa Kedungringin dan Desa Kedungboto. Kemudian Kecamatan Rejoso dengan desa terdampak antara lain Desa Kedungbako, Toyaning, Rejoso Kidul, Sedangrejo, Jarangan dan Patuguran.

Baca juga  Presiden: Tak Ada Tempat untuk Kelompok Kriminal Bersenjata di Tanah Air

Pantauan kondisi di lokasi kejadian pada Selasa, (18/1) siang pukul 12.30 WIB, cuaca hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Hal ini menambah kekhawatiran warga banjir akan semakin meluas.

Petugas BPBD bersama tim gabungan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna membantu warga terdampak, evakuasi warga yang rumahnya terendam juga terus dilakukan dengan menggunakan perahu karet.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui laman websitenya mengatakan sejumlah wilayah di Jawa Timur masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi disertai angin kencang dan petir termasuk wilayah Kabupaten Pasuruan.

Dengan adanya peringatan dini yang dikelurkan BMKG tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, angin puting beliung maupun tanah longsor. Langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan seperti melakukan susur sungai bersama para ahli untuk membersihkan material yang menghambat aliran air, pemantauan dan pemeliharaan kondisi tanggul, serta memantau peningkatan debit air ketika wilayah pemukiman diguyur hujan lebat. Selain itu juga patut diwaspadai munculnya penyakit yang mengancam warga pascabanjir seperti diare, malaria, demam berdarah maupun penyakit kulit.

Baca juga  Mendagri Sebut NU Salah Satu Utama Pilar Bangsa

#SiapUntukSelamat
#KitaJagaAlamJagaKita
#BudayaSadarBencana
#BersatuLawanCOVID19
#AyoPakaiMasker
#AyoSegeraVaksin

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...