Terkini AgrariaPerempuan Berdaya melalui Reforma Agraria

Perempuan Berdaya melalui Reforma Agraria

AGRARIA.TODAY – Reforma Agraria sejatinya dilaksanakan melalui penataan aset dan penataan akses. Penataan aset dapat dilakukan, salah satunya melalui program lintas sektor berbentuk pendaftaran tanah yang diselenggarakan di seluruh Indonesia. Sementara penataan akses, dapat dilakukan dengan pendampingan pengembangan akses ekonomi bagi masyarakat yang kemudian disebut dengan pemberdayaan tanah masyarakat.

Sebagaimana yang dilaksanakan di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara, program lintas sektor berfokus kepada pendaftaran tanah bagi masyarakat, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Liya Bahari Indah. Mayoritas masyarakat di sana ialah kaum perempuan yang dinilai memiliki peran dan kontribusi positif dalam memajukan perekonomian bangsa.

Dalam rangkaian kunjungannya ke Kabupaten Wakatobi, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Surya Tjandra, menyerahkan sertipikat tanah hasil program lintas sektor kepada lima orang secara langsung pada Minggu (19/12/2021). Turut hadir, Anggota Komisi II DPR RI, Hugua; Kepala Kanwil BPN Provinsi Sulawesi Tenggara, Iljas Tedjo beserta jajaran; dan Bupati Wakatobi, Haliana.

Baca juga  Wamen ATR/Waka BPN Tinjau PELATARAN di Kantah Kabupaten Badung

Pada kesempatan ini, Wamen ATR/Waka BPN memiliki ketertarikan tersendiri ketika melihat mayoritas penerima sertipikat tanah dari kaum perempuan. “Saya sangat apresiasi kepada ibu-ibu di sini. Bagus ibu-ibunya, aktif mengurus sertipikat tanahnya sendiri,” gurau Surya Tjandra kepada para penerima sertipikat tanah yang merupakan tokoh perempuan di Desa Liya Bahari Indah sekaligus pegiat UMKM.

Surya Tjandra kemudian menanyakan kepada ibu-ibu penerima sertipikat, alasan tanahnya disertipikatkan, lantas akan dimanfaatkan untuk apa sertipikatnya ke depan. Dari kelima penerima menjawab bahwa sertipikat tanahnya akan digunakan untuk mengembangkan usaha melalui akses ke lembaga keuangan formal.

Dengan begitu, Wamen ATR/Waka BPN sangat berharap agar sertipikat yang dipegang masyarakat dapat bermanfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat Desa Liya Bahari Indah. “Mudah-mudahan bisa ada manfaat. Memang sertipikat tanah ini penting sekali. Saya merasa terhormat bisa memberikannya secara langsung. Dengan adanya sertipikat, berarti hak Ibu di atas tanah sudah dijamin oleh negara,” tegas Surya Tjandra.

Baca juga  Sukseskan Program Strategis Nasional, Kementerian ATR/BPN Kembali Sosialisasikan Bersama Anggota Komisi II DPR RI

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi II DPR RI, Hugua, yang sekaligus mantan Bupati Wakatobi mengimbau kepada masyarakat Desa Liya Bahari Indah khususnya, agar dapat memanfaatkan program pendaftaran tanah oleh Kementerian ATR/BPN. “Kami selaku mitra dari ATR/BPN terus mendukung program-program pendaftaran tanah yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat,” tutur Hugua.

Melihat motivasi masyarakatnya yang mayoritas ingin mendapatkan modal dengan sertipikat tanah, Bupati Wakatobi menuturkan bahwa dengan adanya sertipikat, sedianya yang paling penting ialah adanya kepastian hukum atas tanah yang dimiliki masyarakat. “Oleh karena itu, dalam prinsip pemberian kredit, jaminan bukanlah jaminan yang utama, tapi yang paling utama ialah kemampuan untuk mengelola uang karena ada perhitungannya terkait kebutuhan modal usaha tersebut. Tujuannya ialah bagaimana meningkatkan usaha sehingga butuh kehati-hatian,” terang Haliana. (LS/YS)

#KementerianATRBPN
#MelayaniProfesionalTerpercaya
#MajuDanModern
#MenujuPelayananKelasDunia

Latest Articles

Rakor Bersama Pemda NTB, Menteri Nusron Sebut Integrasi Data Tanah dan Pajak Bisa Dongkrak PAD hingga 300%

Agraria.today | Mataram - Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah...

Program JUMAT BERKAH WARTAWAN Pekan ke 70 Gandeng Artis Novi Ayla KDI

Agraria.today | Jakarta - Penyanyi spesialis tembang religi dan...

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Related Articles

Rakor Bersama Pemda NTB, Menteri Nusron Sebut Integrasi Data Tanah dan Pajak Bisa Dongkrak PAD hingga 300%

Agraria.today | Mataram - Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak selalu harus ditempuh dengan menaikkan tarif pajak. Perbaikan tata kelola data justru menjadi...

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera melaporkan progres normalisasi sungai dan muara terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh,...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...