Terkini AgrariaKemendes PDTT Buka Bursa Inovasi Desa

Kemendes PDTT Buka Bursa Inovasi Desa

YOGYAKARTA – Kawasan perdesaan di Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) telah melahirkan berbagai inovasi yang berkontribusi pada kesejahteraan warga desa. Gerakan inovasi tersebut muncul di berbagai bidang mulai dari pariwisata, pertanian, hingga berbagai produk kerajinan.

“Berbagai inovasi yang dimunculkan desa-desa di DIY ini bisa menjadi role model bagi desa-desa lain di Indonesia. Harus kita akui inovasi-inovasi dari berbagai desa di DIY telah berkontribusi secara nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga desa setempat,” ujar Anggota Tim Advisor Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) Hayono Suyono saat membuka Bursa Inovasi Desa (BID) Kabupaten Bantul, di Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Bantul, Kamis (8/11).

Hayono menjelaskan maraknya berbagai inovasi desa di DIY tidak terlepas dari tingginya tingkat partisipasi masyarakat terhadap proses pembangunan di desa masing-masing. Tingginya kesadaran warga desa tersebut merupakan karakter khas dari penduduk DIY yang selalu responsif terhadap berbagai kebijakan pemerintah.

Baca juga  Kemendesa PDTT Kebut Perencanaan Dana Alokasi Khusus 2020

Selain itu, kondisi sosial politik yang relatif stabil menciptakan iklim kondusif bagi munculnya berbagai inovasi di skala desa. “DIY relatif adem ayem dari hiruk pikuk politik karena adanya keistimewaan penunjukkan gubernur dan wakil gubernur sehingga berbagai program pemerintah bisa dilaksanakan dalam jangka panjang,” katanya.

Mantan Menko Kesra di era Orde Baru ini mengatakan DIY sebagai daerah wisata juga ikut mendorong lahirnya berbagai inovasi desa. Menurutnya tingginya jumlah wisatawan ke DIY memunculkan inisiatif bagi warga untuk menawarkan berbagai produk mereka seperti objek wisata baru, penginapan, kuliner, hingga handycraf.

“Saat ini telah muncul berbagai varian wisata yang muncul dari inisiatif lokal desa baik di daerah Gunung Kidul, Sleman, maupun Bantul. Inovasi-inovasi ini layak ditularkan sebagai role model bagi desa-desa lain di pelosok nusantara,” katanya.

Kendati demikian, Hayono meminta bagi pemangku kepentingan (Stake holder) di DIY tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang sudah ada. Menurutnya saat ini persaingan dalam memunculkan inovasi terus berlangsung di berbagai belahan dunia sehingga dibutuhkan pola pikir kreatif agar tidak tertinggal.

Baca juga  Kemendes PDTT Gelar Percontohan Pelatihan Hidroponik Bagi Penyandang Disabilitas

“Pola pikir kreatif ini penting misalnya kegiatan inovasi desa saat ini harus mempertimbangkan konsep “Pembangunan tanpa Sampah” sehingga dapat dipastikan tidak ada sampah yang terbuang sia-sia, tapi bisa menjadi peluang inovasi baru. Selain itu, terbentuk proses yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” katanya.

Kunjungan para advisor Kemendes PDTT ke Bursa Inovasi Desa Bantul, merupakan rangkaian kegiatan Forum Group Discussion (FGD) bertajuk Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel 7-9 November 2018.

Selain Hayono Suyono, advisor lain yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Guru Besar Universitas Padjajaran Prof Ilya Avianti, Mantan Komisioner KPK Bibit Samad Rianto, dan Rektor IPMI Jimmy Gani. FGD ini diikuti oleh para pendamping desa, kepala desa, dan pejabat dinas pemberdayaan masyarakat desa.

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Lebih dari 500 Titik Lumpur Dibersihkan, Aktivitas Warga Berlangsung Normal

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Hadiri Halalbihalal MAPPI, Wamen Ossy Ingatkan Pentingnya Nilai Integritas dalam Profesi Penilai

Agraria.today | Jakarta - Wakil Menteri Agraria dan Tata...

Kementerian ATR/BPN Komitmen Bantu Mekanisme Legalitas Tanah untuk Kebun Pangan Lokal Perempuan

Agraria.today | Jakarta - Wakil Menteri Agraria dan Tata...

Related Articles

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) jadi pendukung utama dalam pembangunan Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat di Kabupaten...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi hal penting yang perlu dipahami para pemilik rumah toko (ruko). Umumnya, pemilik ruko hanya memegang...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mengakselerasi penyediaan hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana di Aceh, Sumatera...