Terkini AgrariaPemerintah Ingin Daftarkan Seluruh Tanah di Indonesia

Pemerintah Ingin Daftarkan Seluruh Tanah di Indonesia

Jakarta – Pemerintah ingin mendaftarkan seluruh tanah di Indonesia. “Tentu prioritasnya daerah-daerah di kota-kota besar,” ujar Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan A. Djalil saat memberikan sambutan pada acara Monitoring dan Evaluasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) DKI Jakarta di Balai Kota, Jakarta, Kamis (8/11).

Menteri ATR/Kepala BPN menyebutkan ada beberapa Kotamadya dan Kabupaten di Indonesia yang sudah terdaftar tanahnya secara lengkap. “Diantaranya Solo dan Magelang di Jawa Tengah, lalu ada Kabupaten Badung di Provinsi Bali. Tahun depan, Insyaallah, seluruh wilayah Provinsi Bali sudah terdaftar,” kata Sofyan A. Djalil.

“Tahun depan juga, Insyaallah, dengan dukungan Gubernur, tanah di seluruh DKI Jakarta sudah terdaftar semuanya,” lanjut Sofyan A. Djalil.

Menurut Menteri ATR/Kepala BPN, jika seluruh tanah sudah terdaftar tentu akan lebih mudah menerbitkan sertipikatnya. “Selain itu yang bersengketa, dapat kita selesaikan, yang kurang dokumennya bisa kita selesaikan, yang kurang pas letak tanahnya, bisa kita cocokkan,” ujar Sofyan A. Djalil.

Baca juga  Langkah Konkret Penyelesaian Konflik Pertanahan

Lebih lanjut, Menteri ATR/Kepala BPN mengapresiasi atensi jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menyukseskan program PTSL. “Saya sangat berterimakasih atas dukungan Gubernur DKI Jakarta serta jajarannya yang sudah mendukung program ini,” kata Sofyan A. Djalil.

Pada acara tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan bahwa ia bersama jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendukung penuh PTSL. “Untuk itu Pemprov DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran 120 miliar rupiah untuk Tahun Anggaran 2018 serta 64 miliar rupiah untuk Tahun Anggaran 2019. Anggaran tersebut digunakan untuk melaksanakan sertipikasi bidang tanah di Jakarta,” ujar Gubernur DKI Jakarta.

Gubernur mengatakan lagi yakni selain digunakan untuk proses sertipikasi tanah, anggaran tersebut juga digunakan untuk biaya operasional pendukung, monitoring, evaluasi dan administrasi.

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...