Terkini AgrariaPresiden: Hingga 2017 Telah Diterbitkan 51 Juta Sertifikat Tanah

Presiden: Hingga 2017 Telah Diterbitkan 51 Juta Sertifikat Tanah

Presiden Joko Widodo melanjutkan kegiatan kerjanya di Provinsi Banten dengan menyerahkan langsung sertifikat hak atas tanah untuk rakyat. Acara digelar di Lapangan Festival Alam Sutera, Panunggangan Timur, Kota Tangerang, Minggu sore, 4 November 2018.

Pada kesempatan kali ini, sebanyak 6.000 sertifikat diserahkan Presiden Joko Widodo kepada warga masyarakat dari 8 kecamatan se-Kota Tangerang. Adapun luas bidang tanah yang disertifikatkan pada tahun 2018 untuk Kota Tangerang adalah 706.029.037 meter persegi.

Kepada masyarakat yang hadir Presiden menjelaskan alasan pemerintah terus mempercepat program sertifikasi tanah, yaitu banyaknya sengketa lahan yang terjadi di seluruh Tanah Air.

“Setiap saya ke kampung, ke desa, ke daerah mendengarkan keluhan yang paling banyak itu adalah sengketa lahan dan tanah karena rakyat belum memegang tanda bukti hak hukum atas tanah. Punya tanah tapi enggak punya sertifikat. Nah yang sering sengketa di situ,” paparnya.

Baca juga  Presiden Ingatkan Perangkat Negara untuk Bangun Kerja Sama yang Solid dalam Penanganan Karhutla

Oleh sebab itu, sejak tahun 2016 Presiden memerintahkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mempercepat sertifikasi seluruh bidang tanah di seluruh Tanah Air. Menurut Presiden, seluruh bidang tanah yang harus disertifikatkan di seluruh Tanah Air ada 126 juta. Tetapi sampai tahun 2015 lalu, baru 46 juta sertifikat yang diberikan sehingga masih kurang 80 juta sertifikat.

Hasilnya, pada tahun 2017 target 5 juta sertifikat berhasil dicapai, sehingga total jumlah sertifikat yang telah diterbitkan hingga tahun 2017 telah mencapai 51 juta. Untuk tahun 2018, Presiden menargetkan 7 juta sertifikat bisa diserahkan kepada rakyat. Sementara tahun depan targetnya 9 juta sertifikat.

“Inilah kenapa ada percepatan proses pensertifikatan tanah atau lahan. Gunanya agar sengketa tanah bisa kita hilangkan, kita kurangi. Sedih saya kalau dengar sengketa tanah kemudian sampai ke pengadilan, ramai antartetangga, antara rakyat dengan perusahaan,” tegasnya.

Baca juga  Kepala Staf Kepresidenan beserta Menteri PUPR, Menko Marves, Menteri ATR/BPN dan Gubernur DKI Jakarta meninjau Bendungan Ciawi dan Sukamahi

Presiden kemudian berpesan kepada para penerima sertifikat untuk menjaga sertifikatnya dengan baik, misalnya dengan memberi bungkus plastik dan memfotokopinya. Hal ini akan memudahkan masyarakat untuk mengurus ke Kantor BPN apabila sertifikatnya hilang.

Tak hanya itu, Kepala Negara juga berpesan agar masyarakat berhati-hati jika ingin menjadikan sertifikatnya sebagai agunan ke bank. Menurutnya, uang pinjaman dari bank tersebut sebaiknya digunakan untuk hal-hal produktif.

“Silakan bapak, ibu pakai sertifikat ini untuk agunan. Tapi saya titip gunakan uangnya untuk hal-hal yang produktif. Misalnya tanahnya agak gede, masuk ke bank dapat Rp300 juta. Gunakan seluruhnya untuk modal investasi, modal kerja. Kalau sudah untung, tabung,” ucapnya.

Pada acara pembagian sertifikat ini, Presiden didampingi oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Gubernur Banten Wahidin Halim, dan Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaksanakan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)....

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah membahas Klasifikasi Rincian Output (KRO) dan Rincian Output (RO) sebagai dasar...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melaporkan capaian kinerja dan realisasi anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun...