Terkini AgrariaKemendagri: Pengukuran dan Penilaian Indeks Inovasi Daerah Dilakukan secara Transparan dan Terbuka...

Kemendagri: Pengukuran dan Penilaian Indeks Inovasi Daerah Dilakukan secara Transparan dan Terbuka Berdasarkan Laporan Daerah

AGRARIA.TODAY – Kepala Badan Litbang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Agus Fatoni menjelaskan, setiap tahun Kemendagri melakukan pengukuran dan penilaian terhadap inovasi yang dilaporkan oleh pemerintah daerah. Dia mengatakan, langkah itu merupakan amanat dari Pasal 22 Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah. Dalam regulasi itu disebutkan, bahwa Menteri Dalam Negeri melakukan penilaian terhadap daerah yang melaksanakan inovasi berdasarkan laporan dari kepala daerah. Di sisi lain, kewajiban daerah untuk melaporkan inovasinya juga merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya pada Pasal 388.

Fatoni menuturkan, proses pengukuran dan penilaian inovasi tersebut dilakukan secara terbuka dan transparan. Pelaporan inovasi daerah ini dilakukan secara elektronik, melalui sistem Indeks Inovasi Daerah yang dapat diakses tanpa batas ruang dan waktu melalui situs web https://indeks.inovasi.litbang.kemendagri.go.id. Dalam sistem tersebut, masing-masing daerah juga dapat melihat langsung laju perkembangan penilaiannya. Bahkan, mereka juga bisa melihat urutan peringkat dari semua daerah.

“Bahkan daerah dapat mengetahui peringkat inovasi daerahnya secara real time melalui sistem indeks,” ujar Fatoni saat menjadi pembicara pada webinar yang dilaksanakan oleh Masyarakat Ilmu Pemerintahan (MIPI) dengan tema “Sinergi Memperkuat Riset dan Inovasi Nasional”, Sabtu (29/8/2021).

Baca juga  Presiden Jokowi Resmikan Tugu Api Semangat Indonesia Merdeka Tidak Pernah Padam

Kepala Badan Litbang itu menambahkan, setelah daerah melaporkan hasil inovasinya, Kemendagri akan melakukan pengukuran dengan melakukan validasi, verifikasi, dan analisis berdasarkan 8 variabel dan 36 indikator yang telah ditetapkan dalam indeks. Pada tahapan tersebut, data yang dilaporkan akan diukur dan divalidasi berdasarkan data dukung (evidence based) yang telah dilampirkan.

“Hasil pengukuran tersebut, kemudian menghasilkan nilai Indeks Inovasi Daerah, yang dikategorikan dalam klaster provinsi, kabupaten, kota, daerah perbatasan, daerah tertinggal, dan kabupaten/kota dalam Provinsi Papua dan Papua Barat dan ditetapkan dalam Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri,” tambah Fatoni.

Selanjutnya, imbuh Fatoni, daerah yang terbaik dengan predikat terinovatif pada masing-masing klaster tersebut, akan dilakukan penilaian oleh tim independen. Adapun tim tersebut berasal dari berbagai pihak, di antaranya Kemendagri, LIPI, LAN, BRIN, KemenPAN-RB, Kemenkeu, dan Bappenas. Selain itu, proses penilaian inovasi juga melibatkan unsur media massa, perguruan tinggi, pakar, dan lembaga think tank swasta.

Baca juga  Masyarakat Perlu Memahami Upaya Penanganan Covid-19 Agar Tidak Tersesat Informasi

“Pada proses penilaian terhadap paparan yang dilakukan oleh kepala daerah, dan akan dilakukan validasi lapangan untuk memastikan data dan fakta serta evidence dari penerapan inovasi. Serangkaian proses penilaian tersebut akan dijadikan dasar penetapan peraih penghargaan Innovative Government Award (IGA) yang juga ditetapkan dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri,” ujarnya.

Fatoni menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 104 Tahun 2018, daerah yang ditetapkan sebagai peraih IGA akan diberikan piagam dan trofi penghargaan oleh Menteri Dalam Negeri. Selain itu, mereka juga diusulkan kepada Menteri Keuangan untuk memperoleh Dana Insetif Saerah (DID) untuk bidang inovasi. “Pada 2020 pemerintah telah memberikan DID sebesar 121 milyar. Jumlah tersebut naik menjadi 212 milyar di tahun 2021. Kami berharap hal ini dapat memacu dan memotivasi daerah untuk terus meningkatkan inovasinya,” jelas Fatoni.

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...