Terkini AgrariaBanjir Surut Menyisakan Lumpur Rumah Warga Dua Desa di Wilayah Kabupaten Bogor

Banjir Surut Menyisakan Lumpur Rumah Warga Dua Desa di Wilayah Kabupaten Bogor

JAKARTA – Banjir yang melanda dua desa di wilayah Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, telah surut. Banjir yang terjadi pada Senin (9/8), pukul 02.00 WIB, masih menyisakan material lumpur di rumah-rumah warga yang terdampak. Kedua desa berada di kecamatan yang berbeda.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melaporkan, warga membutuhkan peralatan untuk membersihkan material tersebut. Banjir tersebut berdampak di Desa Dago Hilir yang terletak di Kecamatan Parung Panjang dan Desa Rengasjajar di Kecamatan Cigudeg. Laporan BPBD pada hari ini, Selasa (10/8) mencatat adanya pengungsian di Desa Rengasjajar dengan jumlah 25 KK atau 95 jiwa.

BPBD setempat mencatat total keluarga terdampak berjumlah 54 KK (255 jiwa), dengan rincian di Kecamatan Parung Panjang 22 KK (80) dan Cigudeg 32 KK (175).

Baca juga  Satgas: Penggunaan Masker oleh 75 Persen Populasi Tekan Penyebaran COVID-19

Sedangkan dampak material, BPBD mencatat 22 unit rumah terdampak dan 1 jembatan penghubung antara Kampung Dago Hilir dan Dago Girang terputus di Kecamatan Parung Panjang. Dampak banjir di Kecamatan Cigudeg menyasar 32 unit rumah dan 1 unit fasilitas pendidikan.

Banjir pada dua kecamatan tersebut dipicu salah satunya hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi panjang. Hujan mengakibatkan debit air Sungai Manceri di Parung Panjang dan Sungai Cingdangder di Cigudeg meluap. Saat banjir terjadi, tinggi muka air Desa Dago Hilir di wilayah Parung Panjang mencapai 100 cm dan Desa Rengasjajar di Cigudeg 150 cm.

Merespons banjir di wilayahnya, tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Bogor telah berkoordinasi dengan aparat desa maupun kecamatan setempat. Pihaknya juga melakukan kaji cepat di lokasi terdampak banjir.

Berdasarkan analisis inaRISK, kedua kecamatan tersebut termasuk 37 wilayah di Kabupaten Bogor dengan potensi bahaya banjir kategori sedang hingga tinggi. Di samping potensi bahaya banjir, Kecamatan Parung Panjang dan Cigudeg memiliki potensi tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi. Pada peringatan dini cuaca BMKG, wilayah Jawa Barat tidak terpantau adanya potensi hujan dengan intensitas lebat pada hari ini hingga esok hari.

Baca juga  Gagasan Walikota Riza pada Payakumbuh Discuss Club

 

#SiapUntukSelamat
#KitaJagaAlamJagaKita
#BudayaSadarBencana
#BersatuLawanCovid19
#CuciTangan
#JagaJarak
#MaskerUntukSemua
#DiRumahAja

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...