Terkini AgrariaBersama GTRA Kabupaten Sambas, Kementerian ATR/BPN Inisiasi Keseimbangan Ekonomi dan Konservasi di...

Bersama GTRA Kabupaten Sambas, Kementerian ATR/BPN Inisiasi Keseimbangan Ekonomi dan Konservasi di Perbatasan NKRI

Sambas – Percepatan pembangunan di wilayah perbatasan tengah menjadi prioritas pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Dalam rangka melaksanakan Reforma Agraria wilayah perbatasan, Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Surya Tjandra meninjau lokasi TORA dan pilot project Pemberdayaan Masyarakat binaan Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Sambas di Desa Sebubus, Sambas, Kalimantan Barat, Minggu (27/06/2021).

Usai meninjau Desa Sebubus, ia juga berkesempatan mengunjungi Suaka Penyu Balai KSDA Kalimantan Barat, di Pulau Selimpai dan melepaskan 200 ekor tukik bersama Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Barat, Ery Suwondo; Bupati Sambas, Satono; Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sambas, Yuliana; serta Forkopimda Kabupaten Sambas.

“Lokasi ini bisa mengombinasikan antara konservasi mangrove dengan peluang untuk pengembangan wisata. Ini bisa jadi contoh Reforma Agraria yang berkelanjutan, yang juga memikirkan aspek lingkungan atau konservasi. Kita tidak hanya memanfaatkan tanah untuk perekonomian masyarakat tapi juga menjaga kelestarian lingkungan desa dan pulau ini. Jadi ini kerja sama antara masyarakat dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dan kami dari Kementerian ATR/BPN,” ujar Surya Tjandra.

Baca juga  Apresiasi Sikap Komite I, Pimpinan DPD Evaluasi Proses Pilkada Desember

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat Desa Sebubus sudah berjalan dan memanfaatkan sumber daya dengan baik. Selanjutnya, rencana jangka pendek dari pengembangan wilayah perbatasan tersebut yakni membantu legalisasi aset dan membuat peta tematik. Tentunya hal ini memerlukan kerja sama antara Kementerian ATR/BPN dan Pemerintah Daerah.

“Masyarakatnya sudah memulai pemberdayaan, mengombinasikan antara wisata, menyediakan perahu, home stay, dan adanya pulau yang memang khusus untuk konservasi. Jadi saya kira masyarakat siap. Tapi kita mau dorong supaya masyarakat punya legalitas atas tanah mereka. Mudah-mudahan dari situ bisa lebih mengembangkan lebih baik,” terang Wamen ATR/Waka BPN.

Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sambas, Yuliana mengungkapkan bahwa legalisasi aset Desa Sebubus akan secara komunal. Dalam tiga tahun ke depan, Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan fokus untuk membangun akses konservasi bakau dan pembangunan tempat istirahat.

Baca juga  Mendagri Minta Pj. Kepala Daerah Pastikan Inflasi di Daerah Terkendali

“Ini akan kita komunalkan, sertipikat bersama satu desa. Ini sumber blue carbon mangrove. Rencana ke depannya, kami mengajukan proposal, agar dari dalam desa sampai ke muara sungai ada tracking mangrove-nya, dan di depan tadi ada rest area. Dengan GTRA, membantu semua dari Forkopimda. Kebetulan ada NGO yang juga pemerhati lingkungan bersama kita,” tegas Yuliana. (YS/RK/SA)

#KementerianATRBPN
#MelayaniProfesionalTerpercaya
#MajuDanModern
#MenujuPelayananKelasDunia

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...