Terkini AgrariaPEMBANGUNAN ENERGI TERBARUKAN (GREEN FUEL) BERBASIS KELAPA SAWIT

PEMBANGUNAN ENERGI TERBARUKAN (GREEN FUEL) BERBASIS KELAPA SAWIT

Jakarta – Indonesia merupakan penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. Sawit merupakan komoditas andalan ekspor dengan kapasitas produksi sekitar 40 juta ton per tahun. dengan potensi tersebut pemerintah menargetkan terwujudnya pembangunan energi terbarukan yang akan dicapai pada tahun 2025.

Implementasi pembangunan energi terbarukan berbasis kelapa sawit akan dilaksanakan secara bertahap. Pada tahun 2020 pemerintah telah melakukan penyusunan BEDP yaitu (basic engineering design project) dan tender DFC (Dual Feed Competition), tahun 2021 pemerintah menargetkan penyusunan dokumen FEED dan persetujuan FID (Final Investment Decicion). Sementara itu tahun 2022 dan 2023 pemerintah menargetkan untuk membangun EPC.

Pembangunan energi terbarukan berbasis kelapa sawit diperkirakan akan memakan biaya sebesar 32,0 triliun rupiah. 1,1 triliun ditargetkan bersumber dari APBN, 11,9 triliun dari BUMN dan swasta sebesar 19 triliun. Sementara itu pembangunan ini akan ditangani oleh 3 Kementerian, yakni: Kementerian ESDM, Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negri, BUMN dan swasta.

Baca juga  Layanan TTM Kantah Kota Samarinda Siap Layani Masyarakat Di Masa Covid-19

Pada perkebunan sawit rakyat, produktivitas dan efisiensi harga sangat sulit dicapai karena penggunaan bibit yang tidak berkualitas, lemahnya kelembagaan dan managemen produksi, serta kurangnya pengetahuan dan SDM perkebunan rakyat.

Minyak kelapa sawit merupakan komoditas perdagangan dunia, sehingga sebagai produk global sawit harus mengikuti isu perdagangan global yakni kompetitif dan diproduksi secara terus menerus (sustaibable). Sementara itu daya saing perkebunan kelapa sawit sangat tergantung dari produktivitas dan efisiensi biaya produksi.

Untuk mengatasi masalah produktivitas dan efisiensi kelapa sawit yang akan menunjang pembangunan energi terbarukan, pemerintah telah menetapkan langkah strategis yaitu akselerasi peremajaan sawit rakyat.

Langkah tersebut akan direalisasikan dengan 5 program. (1) Yaitu melakukan penataan sawit rakyat seluas 2,4 ha; (2) Akselerasi replanting sawit rakyat dengan sumber pembiayaan campuran (APBN, BPDPKS dan dunia usaha); (3) Penerapan good agricultural practices (GAP) untuk peningkatan produktivitas sawit rakyat dan sertifikat ISPO; (4) Integrasi kebun sawit rakyat dengan pengolahan hasil produksi skala kecil; (5) Akselerasi keterkaitan antara basis produksi sawit rakyat dengan distribusi hasil.

Baca juga  Terima Ormas Katolik, Moeldoko Sepakat Kuatkan Nilai Kebangsaan

Semoga pembangunan energi terbarukan berbasis kelapa sawit dapat mewujudkan kemakmuran masyarakat dan mengurangi ketergantungan kita terhadap energi fosil. Karena penggunaan energi terbarukan dapat mengurangi polusi udara dan berbagai pencemaran yang berbahaya bagi manusia.

 

#SiapUntukSelamat
#KitaJagaAlamJagaKita
#BudayaSadarBencana
#BersatuLawanCovid19
#CuciTangan
#JagaJarak
#MaskerUntukSemua
#DiRumahAja

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...