Terkini AgrariaMagang Di Tengah Pandemi, Wako Riza Falepi: Mahasiswa Harus Beradaptasi

Magang Di Tengah Pandemi, Wako Riza Falepi: Mahasiswa Harus Beradaptasi

Payakumbuh — Situasi Pandemi saat ini sangat berdampak ke berbagai sektor. Mulai dari sektor bisnis, kesehatan, ataupun pariwisata. Pendidikan juga memiliki berbagai polemik sendiri terkait situasi saat ini, terkhususnya mahasiswa yang mencari tempat untuk kuliah kerja nyata (KKN) atau yang biasa disebut magang.

Magang, menjadi salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa untuk menyadang gelar sarjana. Magang juga menjadi ladang pengalaman untuk mereka. Namun, situasi pandemi saat ini membuat peluang untuk dapat magang secara efektif sangatlah minim.

Banyak alasan bagi beberapa perusahaan untuk tidak menerima anak magang, salah satunya adalah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat hampir semua perusahaan memberlakukan work from home (WFH). Dengan begitu mahasiswa magang seperti tidak terlalu dibutuhkan.

“Dalam pemilihan tempat magang banyak kami yang ragu untuk mendaftar di kantor pemerintahan, karena takut tidak adanya tugas yang dapat kami lakukan. Takutnya jadi tukang foto kopi, ini menjadi istilah yang berkembang dikalangan mahasiswa tingkat akhir. Beredar kabar kalau magang di kantor pemerintah tidak ada kerjaan dan hanya jadi suruh-suruhan saja,” tutur Syerly, mahasiswa tingkat akhir Universitas Andalas yang magang di Bidang Humas Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Payakumbuh, Jumat (2/10).

Namun, persepsi itu ditampik oleh Pemerintah Kota Payakumbuh. Wali Kota Riza Falepi sangat komitmen dengan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga istilah-istilah negatif yang melemahkan semangat juang tidak boleh disugestikan kepada mahasiswa. Kepala Dinas Kominfo Jhon Kenedi, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (2/10), menekankan mahasiswa magang harus bisa belajar menyesuaikan diri. Harus berpandai-pandai mengisi waktu mereka saat melaksanakan magang, apalagi banyak hal bisa mereka lakukan disaat ini, apakah akan memperdalam ilmu di bidang kehumasan atau memperdalam ilmu administrasi.

Baca juga  Indonesia Berpeluang Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah dan Industri Halal Dunia

“Kita selalu ada pembagian tugas dalam peliputan reporter, jadi mahasiswa dapat ikut mendampingi reporter kita memberitakan kegiatan atau menemui narasumber berita. Karena kebijakan pembatasan aktifitas beramai-ramai saat pandemi, maka tugasnya kita bagi agar jangan berkumpul-kumpul sekali meliput. Kalau dibilang tukang foto kopi itu kurang tepat, karena bagaimanapun itu pekerjaan, bagian dari belajar mengurus berkas-berkas administrasi, sama pentingnya,” kata Jhon Kenedi didampingi Kabid Humas Hermanto.

Pemerintah Kota Payakumbuh memberikan kesempatan bagi para mahasiswa yang sedang berada di kampung halaman untuk bergabung bersama tim humas dalam program magang. Pada tanggal 3 Agustus 2020, program magang bagi mahasiswa Universitas Padjadjaran sudah dimulai. Saat ini juga sudah bergabung 4 mahasiswa lain asal Universitas Andalas, Universitas Bina Nusantara, dan Universitas Muhammadiyah Jakarta sejak bulan September.

Sarah, Mahasiswa Universitas Padjajaran bercerita bagaimana pengalamannya setelah dua bulan melaksanakan program magang di lingkungan pemerintahan Kota Payakumbuh. Sarah mengakui adanya perbedaan proses bekerja pada saat masih berada di kampus dengan turun langsung di lapangan, menurutnya itu menjadi pelajaran yang berharga.

“Walaupun sudah belajar bagaimana meliput berita dan membuat rilis pada saat di kampus, saya sendiri belum pernah melakukan kegiatan ke lapangan ini secara langsung tanpa direncanakan terlebih dahulu. Turun kelapangan dengan tuntutan mendapat berita yang harus di update hari itu juga menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk bekerja dengan taktis dan sigap, kakak-kakak reporter pun tak segan berbagi kiat bagaimana mengambil timing dan mengatur konsep pemberitaan yang kita buat,” tutur Sarah.

Baca juga  Mudahkan Masyarakat, Mendagri Dorong Keberadaan Mal Pelayanan Publik di Setiap Daerah

Mahasiswa Universitas Kegiatan magang yang telah memasuki hari ke lima ini diisi dengan beberapa aktivitas seperti liputan dan dokumentasi kegiatan, pembuatan release, dan kliping pemberitaan pers. Mereka tetap mengikuti skema Word From Office (WFO) sesuai dengan jam kerja Pegawai Negri Sipil (PNS) lainnya dengan menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.

Yolan, salah satu mahasiswa magang dari Universitas Muhamadiyah Jakarta (UMJ) mengatakatan sangat banyak mendapatkan ilmu disaat terjun kelapangan bersama reporter humas, karena bisa praktik bagaimana kinerja atau kegiatan dalam divisi humas tersebut.

“Kami mahasiswa magang belajar banyak disini dan mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat seperti meliput berita, wawancara, serta bagaimana membuat rilis yang tidak direncanakan terlebih dahulu. Yang sangat berbeda dari tugas kampus karena dikampus biasanya membuat berita itu membutuhkan waktu yang lama,” ujar Yolan.

Mahasiswa magang di Diskominfo Payakumbuh berasal dari Universitas Muhamadiyah Jakarta (UMJ), Universitas Binas Nusantara (BINUS), Universitas Andalas (UNAND), serta Universitas Pajajaran (UNPAD).

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...