Terkini AgrariaMendes PDTT Ingin Besek Bambu Kembali jadi Tradisi di Desa-Desa

Mendes PDTT Ingin Besek Bambu Kembali jadi Tradisi di Desa-Desa

Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar berupaya agar Besek Bambu kembali menjadi tradisi di desa-desa.

Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri ini mengatakan, dengan digunakannya kembali besek bambu akan ada dua dampak positifnya.

“Pertama ramah lingkungan. Kedua, memperkerjakan penduduk setempat untuk menganyam besek,” ungkap Gus Menteri saat siaran langsung di Instagram bersama Bukalapak pada Rabu, (26/8/2020).

Gus Menteri menceritakan pengalaman waktu kecilnya. Menurutnya, dulu kalau ada selametan atau tasyakuran itu bingkisan makanannya itu dibungkus pakai besek bambu.

“Dulu semua begitu, sekarang kan menggunakan mangkok plastik. Saya lagi berusaha agar tradisi itu dihidupkan kembali di desa-desa,” ucapnya

Ia mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan hutan-hutan bambu di beberapa daerah. Supaya supply and demandnya saat memproduksi besek bambu tercukupi.

Baca juga  Presiden Sidak Layanan BPJS Kesehatan di RSUD Abdul Moeloek

“Itu bagus banget kalau bisa terjadi, ramah lingkungan kita,” ungkap penerima gelar doktor honoris causa Universitas Negeri Yogyakarta ini.

Besek bambu merupakan kemasan tradisional yang sudah lama menjadi ciri khas bangsa Indonesia yang terrbuat dari anyaman bambu bertutup yang bentuknya segi empat.

Gus Menteri mengakui kalau hasil dari produk-produk lokal tidak kalah dengan produk-produk dari luar negeri.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini mengakui, tidak hanya barang yang ada di rumahnya, semua pakaian dan aksesoris yang dikenakannya juga merupakan hasil dari produk lokal.

“Saya selalu berupaya untuk menggunakan produk lokal, produk-produk UMKM, utamanya yang ada di sekitar wilayah saya,” ucpanya.

“Misalnya dulu saya di Surabaya, semua aksesoris saya dari ikat pinggang, sepatu, peci, dan lain-lain itu produk Sidoarjo. Tas kerja saya itu produk UMKM Surabaya,” kata Mantan Ketua DPRD Jombang ini

Baca juga  Petani Bawang Putih Probolinggo Terapkan Budidaya Ramah Lingkungan

Namun demikian, lanjut Gus Menteri, masalah dalam menggunakan produk lokal memang kurang banyak dikenali oleh masyarakat.

#SiapUntukSelamat
#BersatuLawanCovid19
#CuciTangan
#JagaJarak
#MaskerUntukSemua
#DiRumahAja

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...