Terkini AgrariaPanen Sayur Organik, Wamendes Budi Arie Ajak Anak Muda Regenerasi jadi Petani

Panen Sayur Organik, Wamendes Budi Arie Ajak Anak Muda Regenerasi jadi Petani

BOGOR – Wakil Menteri Desa, Pembangunam Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi mengajak anak muda Indonesia untuk menjadi generasi penerus para petani di desa. Selain membutuhkan regenerasi, menurutnya sektor pertanian juga menjanjikan secara ekonomi.

Hal tersebut dikatakan saat panen sayur organik bersama Pergerakan Tani Muda Indonesia (PETANI) di Bogor, Jawa Barat, Senin (24/8).

“Saatnya regenerasi pemuda menjadi petani. Anak muda saatnya menjadi petani,” ujarnya.

Ketua Dewan Penasehat PETANI ini mengatakan, masa depan Indonesia bertumpu pada sektor pertanian yang notabene berada di desa. Untuk itu, lanjutnya, keterlibatan anak muda di sektor pertanian sangat dibutuhkan.

“Pertanian itu ada di desa, dan menjadi penopang pendorong ekonomi di Indonesia pasca pandemi covid-19,” ujar Wamendes.

Di sisi lain, Budi Arie meminta para petani untuk tetap semangat dan pantang menyerah dalam memajukan pertanian di desa-desa. Ia meyakini pertanian di desa akan memberikan sumbangsih signifikan terhadap kemajuan ekonomi nasional.

Baca juga  INDEF ingatkan perencanaan mendalam pembangunan infrastruktur 2020

“Saatnya anak muda turun ke desa menjadi petani. Karena pertanian di desalah yang dapat memajukan ekonomi Indonesia,” ujar Budi Arie.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum DPP PETANI, Muhammad Risal mengakui, saat ini pertanian telah menjadi sektor strategis di tingkat nasional.

Pengembangan sektor pertanian akan berpengaruh besar terhadap percepatan pembangunan perdesaan.

“Sudah saatnya kita sebagai anak muda mulai membuka mata dan kembali ke desa. Kita kembangkan semua potensi-potensi pertanian di desa-desa kita,” ujar Risalah.

Usai melakukan peninjauan pertanian dan panen sayur organik, Budi Arie melanjutkan perjalanan dengan melakukan kunjungan ke Institut Pertanian Bogor (IPB).

Wamendes Budi Arie meninjau Agribusiness and Technologi Park (ATP) IPB dan berdiskusi tentang pengembangan teknologi pertanian desa dengan Rektor IPB, Arif Satria.

#SiapUntukSelamat
#KitaJagaAlam
#AlamJagaKita
#BersatuLawanCovid19
#CuciTangan
#JagaJarak
#MaskerUntukSemua
#DiRumahAja

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...