Terkini AgrariaSemangat Pengelola Medsos Yogya Lakukan Gotong Royong Virtual Akhiri COVID-19

Semangat Pengelola Medsos Yogya Lakukan Gotong Royong Virtual Akhiri COVID-19

YOGYAKARTA – Komunitas pengelola media sosial (medsos) Yogyakarta bersemangat untuk membantu pemerintah pusat dan daerah dalam mengakhiri COVID-19. Menyikapi semangat tersebut, BNPB mengajak pemerintah daerah untuk menggandeng komunitas medsos sebagai bagian dari pentaheliks penanggulangan bencana.

Medsos memiliki peran penting dalam mendiseminasi informasi dan mengedukasi masyarakat, khususnya dalam konteks COVID-19. Pemerintah mengharapkan para pengelola medsos dapat melakoni peran tersebut. Ini bertujuan untuk mengakhiri penularan virus SARS-CoV-2 di Tanah Air. Tak hanya itu, medsos juga dapat mengamplifikasi pesan yang disampaikan pemerintah sehingga perubahan perilaku masyarakat dapat terwujud. Perubahan perilaku ini menjadi bagian dari adaptasi kebiasan baru yang produktif dan aman COVID-19.

Di sisi lain, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati meyakini komunitas pengelola medsos, khususnya di DI Yogyakarta memiliki kepedulian tinggi dan semangat kemanusiaan untuk bergotong royong virtual mengakhiri COVID-19. Hal ini juga disampaikan salah satu penggiat medsos Yogyakarta Dimas Wicaksono dalam Sarasehan Pemanfaatan Medsos dalam Penanggulangan Bencana, Yogyakata, Sabtu (23/8).

Baca juga  Presiden Resmikan Bendungan Way Sekampung

Pada sesi diskusi, pengelola medsos JogjaUpdate Group Pakde Senggol menyampaikan masukan kepada medsos pemerintah untuk memfilter informasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Ia mencontohkan, akun instansi yang dipisahkan antara akun yang khusus menginformasikan kegiatan seremonial dengan informasi kebencanaan.

Menurutnya, masyarakat ini sudah semakin paham bagaimana mereka mengakses sumber informasi kebencanaan, misal informasi terkait gempa, mereka akan merujuk ke medsos instansi teknis PVMBG atau BPPTKG, penanganan bencana merujuk ke BPBD atau BNPB.

Pakde Senggol juga berharap ada konten dari medsos pemerintah untuk dapat digunakan melalui medos yang dikelolanya sehingga pesan dapat diamplifikasi secara lebih luas.

Sementara itu, Raditya menjelaskan bahwa proses kreatif sangat dibutuhkan dalam mengemas konten medsos. Salah satu contohnya, konten yang menyajikan pesan visual yang lebih tematik dan spesifik, seperti protokol Kesehatan dalam menerima paket, belanja di pasar atau aktivitas di ruang publik lainnya.

Baca juga  Presiden Lantik 12 Duta Besar RI untuk Negara Sahabat

Kepala Pelaksana BPBD DI Yogyakarta Biwara Yuswantana mengapresiasi semangat komunitas medsos Yogyakata yang membantu dalam penanganan COVID-19 di wilayahnya. Ia berharap semua pihak bekerja sama meskipun dengan gotong royong virtual, tetap andil besar, untuk mengedukasi publik sehingga perubahan perilaku yang produktif dan aman COVID-19 terwujud.

Raditya berharap kolaborasi seperti yang dilakukan komunitas medsos Yogyakarta dapat menjadi contoh di wilayah lain sebagai kekuatan pentaheliks dalam mengakhiri COVID-19. Medsos di setiap wilayah merupakan sumber daya yang sangat strategis dan penting untuk menggerakan masyarakat. Saat ini perubahan perilaku yang konkret sangat dibutuhkan sehingga mata rantai penularan dapat diakhiri.

Sarasehan dihadiri pengelola medsos dari BPBD DI Yogyakarta (DIY), Dinas Komunikasi dan Informasi DIY, Biro UHP Setda DIY, Humas Polda DIY, Paguyuban Akun Informasi Jogja (Paidjo), Masyarakat Digital Djogja (Masdjo), JogjaUpdate Group dan praktisi medsos.

 

#SiapUntukSelamat
#BersatuLawanCovid19
#CuciTangan
#JagaJarak
#MaskerUntukSemua
#DiRumahAja

Latest Articles

Mau Ikut PTSL? Ketahui Biaya Persiapannya yang Berlaku di Masing-Masing Wilayah

Agraria.today | Jakarta - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap...

Lebih dari 1.000 Hektare Sawah Terdampak Bencana Pulih, Ketahanan Pangan Makin Terjamin

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Buka Forum Bakohumas 2026, Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyamaan Persepsi dalam Implementasi Sertipikat Elektronik

Agraria.today | Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria...

Pastikan Data Sertipikat Tanah Sesuai, Ini Cara Mudah Pengecekannya

Agraria.today | Jakarta - Masyarakat kini bisa memastikan kesesuaian...

Siapkan Ketersediaan SDM yang Berintegritas, Sekjen ATR/BPN Minta Dukungan Komisi II DPR RI dalam Transformasi STPN

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad...

Related Articles

Mau Ikut PTSL? Ketahui Biaya Persiapannya yang Berlaku di Masing-Masing Wilayah

Agraria.today | Jakarta - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang mulai berjalan sejak 2017, telah berhasil mendaftarkan tanah secara masif. Dari total bidang...

Buka Forum Bakohumas 2026, Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyamaan Persepsi dalam Implementasi Sertipikat Elektronik

Agraria.today | Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dalu Agung Darmawan, secara resmi membuka Forum Badan Komunikasi...

Pastikan Data Sertipikat Tanah Sesuai, Ini Cara Mudah Pengecekannya

Agraria.today | Jakarta - Masyarakat kini bisa memastikan kesesuaian data sertipikat tanah secara lebih mudah tanpa harus datang ke Kantor Pertanahan. Melalui layanan digital...