Terkini AgrariaKemendagri Lakukan Kerjasama Sistem Informasi Ormas (SINGO) Dengan 12 Ormas Asing

Kemendagri Lakukan Kerjasama Sistem Informasi Ormas (SINGO) Dengan 12 Ormas Asing

Jakarta – Sehubungan dengan tidak adanya kejelasan kapan global covid-19 akan berakhir, maka untuk tetap inovatif dan produktif dalam tatanan normal baru, Kepala Pusat Fasilitasi Kerja Sama (Fasker) Nelson Simanjuntak mewakili Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melaksanakan kegiatan Soft Launching Sistem Informasi Ormas (SINGO). Ia juga mengapresiasi para stakeholders yang telah bekerjasama dengan Kemendagri.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada para pihak yang telah menyelenggarkan serta menginisiasi pertemuan hari ini guna memperkenalkan SINGO Kemendagri. Secara khusus kami mengucapkan terima kasih kepada Ford Foundation yang telah mendukung pengembangan SINGO kemendagri melalui Plan C Institute sehingga bisa diperkenalkan dan dipergunakan oleh para stakeholder,” tuturnya.

Selain itu, 4 tujuan utama yang ingin dicapai oleh Kepala Pusat Fasker Nelson Simanjuntak saat melaunching SINGO Kemendagri di Situation room Kemendagri, Jakarta Pusat, Selasa (11/08/2020), ialah:
Pertama, peningkatan pelayanan pelaksanaan kerja sama antara Kementerian Dalam Negeri dengan Ormas Asing;

Baca juga  Belajar Dari Brasil, Bambang: Pemindahan Ibukota Picu Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi

Kedua,optimalnya kemanfaatan dan tersinerginya program Kerja Sama dengan Program Prioritas Nasional, pemerintah daerah dan Ormas Asing;

Ketiga, peningkatan koordinasi di antara pengelola kerja sama pemerintah/pemerintah daerah dengan Ormas Asing daerah mulai dari tahap perencanaan program/kegiatan, dukungan program, implementasi, monitoring dan evaluasi program kerja sama yang dilaksanakan; dan

Keempat, pendokumentasian kemanfaatan Praktik Baik dan Kisah Sukses pelaksanaan kerja sama di setiap wilayah kerja.

Kemudian, Nelson juga menuturkan besar harapannya atas kerjasama dengan 12 Ormas Asing (Arbeiter-Smartier-Bund (ASB), Care, Ford Foundation, Icco Cooperation, Islamic Relief Worldwide, Konrad Adenauer Stiftung, OISCA, PLAN International, Rikolto Veco, SNV, Swiss Contact, dan Winrock International), yakni :

Pertama, tersedianya sebuah Sistem Layanan Informasi Kerja Sama antara Kementerian Dalam Negeri dengan Ormas Asing;

Kedua, terwujudnya keselarasan dan sinergitas program pemerintah pusat, pemerintah daerah dan ormas asing;

Baca juga  Terjadi Kenaikan Jumlah Pasien, Prof Wiku: Peringatan Penanganan Covid-19

Ketiga, peningkatan pemahaman pengelola kerja sama baik di tingkat pemerintah pusat, pemerintah daerah dan ormas asing, sehingga informasi hasil kerja sama dapat terakses oleh penerima manfaat (Masyarakat);
Keempat, peningkatan pelayanan dalam pemberian rekomendasi tenaga ahli asing, dan rekomendasi pembebasan pajak;

Kelima, terwujudnya tertib administrasi dalam penyusunan RKT, penyampaian laporan semester, laporan tahunan, dan penyampaian kunjungan kedatangan tamu asing; dan

Keenam, terdokumentasinya Praktik Baik dan Kisah Sukses pelaksanaan kerja sama, sebagai bahan diseminasi hasil kerja sama.

#SiapUntukSelamat
#BersatuLawanCovid19
#CuciTangan
#JagaJarak
#MaskerUntukSemua
#TidakMudik
#DiRumahAja

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...