Terkini AgrariaMenuju UNFCC COP 24, KLHK Gelar Pre-Talanoa Dialogue

Menuju UNFCC COP 24, KLHK Gelar Pre-Talanoa Dialogue

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Selasa, 25 September 2018. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan the EU Climate Diplomacy Week 2018, Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK menggelar Pre-Talanoa Dialogue di Jakarta (25/09), sebuah diskusi untuk menjaring berbagai masukan dari multi-stakeholder menuju UN Climate Change Conference of the Parties (COP24) Katowice, Polandia.

Talanoa adalah ungkapan tradisional dari Fiji yang merefleksikan sebuah proses dialog yang inklusif, partisipatif dan transparan melalui pertukaran ide, keterampilan dan pengalaman dari keberhasilan program dan kebijakan yang telah dilaksanakan. Dalam konteks persiapan Indonesian Nationally Determined Contributions (NDC) yang akan diajukan pada COP24 pada 29 Oktober 2018 nanti.

Pre-Talanoa Dialogue ini mengedepankan komitmen dan tanggung jawab bagi seluruh kementerian yang terlibat serta pemerintah daerah (Parties), juga sektor swasta, NGO, masyarakat, hingga institusi finansial (Non-Party Stakeholders/NPS). Sebelumnya, Indonesia telah menyerahkan para partisipan yang tergabung dalam NDC Implementation Strategy pada Talanoa Sunday Dialogue pada tanggal 6 Mei yang lalu di Bonn, Jerman.

Baca juga  Membangun Kualitas SDM melalui Perpustakaan

Dr. Ruandha Agung Sugadirman, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK dalam sambutannya menyatakan, implementasi Paris Agreement membutuhkan komitmen tidak hanya dari para Parties melainkan juga NPS dari seluruh level.

Lebih lanjut, Ruandha mengatakan bahwa Talanoa Dialogue mencoba menjawab tiga pertanyaan terkait kemajuan upaya pengendalian perubahan iklim saat ini: 1) Ada dimana kita sekarang? 2) Kemana kita akan melangkah? dan 3) Bagaimana kita menuju kesana?

Menanggapi hal tersebut, H.E. Vincent Guerera, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia menyadari pentingnya peran seluruh aktor (Party dan NPS) di Indonesia di satu sisi, namun juga kepedulian dan komitmen global untuk mengimplimentasikan Paris Agreement di sisi yang lain.

Oleh karena itu, Talanoa Dialogue dapat menjadi stimulasi bagi berbagai negara termasuk Indonesia sebagai model yang baik dalam mencapai tujuan akhir Paris Agreement yaitu menjaga temperature bumi di bawah 2 derajat Celcius, menyeimbangkan upaya mitigasi dan adaptasi, tanpa menghambat pembangunan ekonomi dan sosial.

Baca juga  Kementerian ATR/BPN Tetapkan Rencana Strategi PTSL Tahun 2021

Sementara itu, Mr. Michal Weglaiz, representasi dari Kedutaan Besar Polandia untuk Indonesia menyampaikan bahwa waktu terus bergulir dan kita hanya menyisakan waktu 30 tahun lagi untuk mencapai target di tahun 2050. Untuk itu, perkembangan implementasi di antara negara-negara yang telah meratifikasi Paris Agreement dapat disampaikan ke COP24 Katowice nanti.

Pre-Talanoa Dialogue dihadiri oleh pejabat Eselon I dan II KLHK, perwakilan Kementerian PUPR, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Kementerian Desa, Kementerian Dalam Negeri dan Badan Perencanaan Nasional (Bappenas). Selain itu, partisipan dalam dialog ini mencakup perwakilan pemerintah daerah dari 10 provinsi, universitas, sektor swasta, lembaga kemitraan serta NGO.

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...