Terkini AgrariaDi Papua, Mendagri Bicara Pencairan NPHD untuk Kelancaran Pilkada

Di Papua, Mendagri Bicara Pencairan NPHD untuk Kelancaran Pilkada

Jayapura – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta Pemerintah Daerah segera mencairkan anggaran Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk Pilkada Serentak Tahun 2020. Pencairan itu dilakukan guna kelancaran para penyelenggara Pilkada dalam menyelenggarakan setiap tahapannya. Hal itu dikatakannya dalam Rakor Kesiapan Pilkada Serentak Tahun 2020 di Provinsi Papua, yang berlangsung di Swissbell Hotel Jayapura, Jumat (10/07/2020).

“Kita ingin agar KPU, Bawaslu, aparat keamanan, ini 3 komponen penting yang menyelenggarakan dan mengawasi ini bisa betul, gerakannya maksimal, untuk bisa bergerak maksimal ya tidak ada yang gratis, semua harus dengan anggaran, biaya, oleh karena itu anggaran biaya ini harus segera dipenuhi, terutama yang menjadi kewajiban kepala daerah, NPHD-nya segera cairkan,” kata Mendagri.

Meski telah memberikan kelonggaran waktu untuk mencairkan anggaran hingga 15 Juli, tetapi Mendagri berharap pencairan dilakukan secepatnya. Terlebih, pemutakhiran data pemilih Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan dimulai 15 Juli. Pemutakhiran akan dimulai dengan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih.

Baca juga  BPN Kota Depok Genjot 6 Area Perubahan Menuju Zona Integritas, Indra Gunawan Paparkan Manfaatnya

“Ini 15 Juli sudah mau main, saya minta kalau bisa Senin sudah 100 persen,” pintanya.

Terkait pencairan NPHD di Provinsi Papua, dalam catatan Kemendagri, Kabupaten Keerom baru mencairkan NPHD KPUD-nya, 32,50 persen, Sementara pencairan NPHD Bawaslu untuk Kabupaten Yalimo baru 44 persen dan NPHD aparat keamanan masih 0 persen.

“Kemudian Yalimo ini agak berat tapi KPU-nya sudah 99,73 persen, Bawaslunya 45 persen, aparat kemanan masih nol,” kata Mendaagri.

Untuk Kabupaten Supiori, pencairan NPHD KPUD 73,33 persen, Bawaslu 87,50 persen, dan aparat keamanan 57,14 persen. Untuk Kabupaten Nabire, pencairan NPHD KPUD 43,24 persen, Bawaslu 50,00 persen, dan aparat keamanan 50,00 persen. Sementara itu di Kapupaten Waropen, pencairan NPHD KPUD 40,00 persen, Bawaslu 56,00 persen, dan aparat keamanan 0 persen. Mendagri juga menyayangkan daerah yang belum mencairkan NPHD-nya padahal memiliki ruang fiskal yang cukup.

Baca juga  Tingkatkan Perekonomian Kaltara Melalui Pembangunan Kawasan Industri Tanah Kuning

“Kemudian juga yang lumayan tinggi Supiori dan Boven Digoel, yang sudah oke itu Merauke, Supiori, kemudian Nabire, Keerom, yang agak memprihatikan itu Kabupaten Waropen, tolong dipenuhi, saya minta semua untuk betul-betul segera dipenuhi secepat mungkin, saya melihat bahwa hampir semua bisa memenuhi, Asmat bisa, Pegunungan Bintang, Waropen, Nabire, Mamberamo Raya,” paparnya.

Hingga saat ini, total NPHD di Provinsi Papua yang sudah dicairkan sebesar Rp 214,033 miliar dari Rp 482,961 miliar. Pengiriman dana dilakukan via transfer bank ke KPUD masing-masing kabupaten dengan total dana Rp 31,455 miliar sesuai dengan jumlah yang diusulkan masing-masing KPUD.

#SiapUntukSelamat
#BersatuLawanCovid19
#CuciTangan
#JagaJarak
#MaskerUntukSemua
#TidakMudik
#DiRumahAja

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...