Terkini AgrariaMeresahkan, Puluhan Anak Punk Dibina Tim Gabungan Kota Payakumbuh

Meresahkan, Puluhan Anak Punk Dibina Tim Gabungan Kota Payakumbuh

Payakumbuh — Sebanyak 20 orang anak punk yang keberadaannya sudah meresahkan warga Kota Payakumbuh ditertibkan oleh Tim Gabungan Pemko Payakumbuh. Biasanya, anak-anak punk ini sering dijumpai di beberapa titik di pusat Kota Randang itu.

Sebanyak 20 orang yang terdiri dari 17 laki-laki dan 3 perempuan tersebut diamankan Polri, Satpol PP, dan Trantib Pasar berkat laporan warga yang menilai keberadaan anak-anak punk yang sudah meresahkan di sekitaran pasar Payakumbuh, Rabu (24/6).

“Mereka sering mengamen di jalan (lampu merah), kita amankan ketika mereka masih tidur oleh personil satpol pp, polres, dan trantib pasar,” kata Kasatpol PP Devitra kepada media.

Negeri asal anak punk dari berbagai daerah, ada yang dari wilayah luar Sumatera, yang paling banyak berasal dari Palembang. Ada yang dari Palembang 8 orang, Jawa Barat 2 orang, Lampung 2 orang, Jambi 2 orang, Ujung Batu 1 orang, Pasaman 1 orang, Bukittinggi 1 orang, Limapuluh Kota 2 orang, dan Payakumbuh 1 orang.

Baca juga  Mendagri Ajak Masyarakat Rawat Kebangsaan dan Perkuat Nasionalisme

11 orang dari mereka baru berusia dibawah 20 tahun, 9 orang diantaranya sudah berusia di atas 20 tahun.

Tindakan yang dilakukan oleh Tim Gabungan dengan melakukan pendataan, pembinaan, dan buat surat perjanjian agar mereka tidak mengulangi tindakan meresahkan lagi.

“Mereka dibawa ke kantor Satpol PP untuk dibina, baru mereka diberi pemahaman lalu dipulangkan,” terang Devitra menambahkan.

Turut turun ke lapangan bersama tim gabungan antara lain Kabag Ops Polres, Kasat Sabara, Kasat Binmas, Sekretaris Pol PP, Kadis Koperasi dan UKM, Kabid Dinas Sosial, Kabid Tibum, Kasi Penyidik Pol PP.

Daswandi (30) warga Tiakar menyebut sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Pemko bersama tim gabungan. Dirinya berharap jangan sampai keberadaan anak-anak punk membuat siapapun yang datang ke Payakumbuh menjadi terganggu atau resah.

“Sudah banyak yang resah, mereka mengamen kadang meminta kepada pengendara dengan memaksa, ini tidak bagus bagi image kota kita” ujarnya.

Baca juga  Kemendagri Proaktif Serahkan DP4 untuk Pilkada Serentak Tahun 2020

Sementara itu, warga lainnya, Linda Silvia berharap dengan dibinanya anak punk ini oleh Polri dan Satpol PP, semoga kedepannya mereka menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...