Terkini AgrariaPilkada Serentak Utamakan Keselamatan Publik dan Kualitas Demokrasi

Pilkada Serentak Utamakan Keselamatan Publik dan Kualitas Demokrasi

Jakarta – Keputusan pemerintah untuk tetap menjalankan Pilkada Serentak pada 09 Desember 2020 di 270 daerah bukanlah tanpa perhitungan matang. (Plt) Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Bahtiar mengatakan keputusan tersebut telah disepakati bersama antara pemerintah pusat, badan legislatif Dewan Perwakilan Rakyat dan penyelenggara Pemilu.

“Kebijakan negara tidak berdiri sendiri. Saat ini aktivitas sosial sudah bergerak ke normal baru, maka kita setuju Pilkada terus berjalan,” ujarnya program Satu Meja The Forum Kompas TV tentang Tahapan Pilkada Serentak 2020, Rabu (17/06).

Segala opsi tentang penyelenggaraan Pilkada juga telah didiskusikan secara terbuka bersama DPR dan KPU termasuk opsi penundaan, namun lanjut Bahtiar tidak ada yang bisa menjamin kalau pandemi ini akan bisa berakhir pada 2-3 tahun ke depan. “Perlu dipahami ini adalah sisa tahapan yang sudah berjalan 5 dari 15 tahapan. Sudah Rp 5 Triliun dihabiskan. Sisa tahapan dilanjutkan kapan?” kata dia.

Baca juga  Upaya Kementerian ATR/BPN Beri Edukasi dan Pemahaman Masyarakat Terkait Sertipikat Tanah Elektronik

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga telah memberikan rekomendasi tertulis bahwa Pilkada Serentak dapat dijalankan sepanjang persyaratan protokol kesehatan bisa dipenuhi. Karena itu Bahtiar memastikan Pilkada akan dilakukan dengan protokol ketat dengan mengutamakan keselamatan publik sekaligus mengedepankan kualitas demokrasi. “Ini adalah pandemi terbesar dan terluas pertama di dunia. Kita belajar mengatasi Covid-19, dan sekarang kita bisa memiliki format protokol untuk menghadapi ini. Pengetahuan mengalahkan ketakutan, pengetahuan membuat kita optimis bisa melaksanakan Pilkada ini,” tegasnya.

Pilkada Serentak harus dijadikan ruang pertarungan gagasan antar para calon kepala daerah untuk menghadapi musuh bersama yakni Covid-19 dan pergerakan ekonomi terkena imbas pandemi. “Masyarakat berpeluang mendapatkan pemimpin di masa krisis untuk 5 tahun ke depan. Sebagian besar kepala daerah di 270 daerah akan habis masa tugasnya pada Februari 2021, bisa dibayangkan ada 270 pelaksana tugas pada saat bersamaan. Kita mau melanjutkan sistem kenegaraan kita,” kata Bahtiar.

Baca juga  Kebijakan Kemendagri dalam Mendukung Pilkada Serentak Tahun 2020

Di tengah krisis seperti sekarang ini , masyarakat justru membutuhkan pemimpin yang memiliki legitimasi yang dapat memberikan gagasan terbaik menghadapi krisis pandemi Covid 19. “Justru calon pasangan yang biasanya mengkapitalisasi isu SARA demi mendulang suara akan hilang, yang dicari yang bisa memberikan solusi,” tutupnya.

#MaskerUntukSemua
#jagajarak
#BERSATU🇮🇩TANGGUH…BERSATU🇮🇩SEMBUH
#tidakmudik

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...