Terkini Agraria – Banjir Kawasan Aceh Besar Surut

[Update] – Banjir Kawasan Aceh Besar Surut

JAKARTA – Pusdalops BNPB melaporkan bahwa banjir di kawasan Aceh Besar telah surut. Berdasarkan laporan per hari ini, Sabtu (9/5) pukul 17.30 WIB, lebih dari 190 KK mengungsi sementara di beberapa titik pengungsian.

Selain kawasan terdampak banjir yang telah surut, jalan lintas barat selatan sudah kembali normal. Jalan tersebut sempat tertutup material longsor dan pohon tumbang. Banjir yang dipicu oleh intensitas hujan tinggi menyebabkan genangan di beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Pusdalops mencatat beberapa desa di lima kecamatan terdampak bencana banjir maupun insiden pohon tumbang.

Berikut ini kecamatan terdampak di wilayah Aceh Besar, yakni Kecamatan Darul Imarah (Gampong Garot, Lampasie Engking, Gue Gajah, Lam Bheu, Pasheu Beutong, Punie, Cot Rangkang dan Kompleks Villa Buana); Kecamatan Peukan Bada (Ajun, Keuneu Eu, Lampisang, Lamkeumok, Lam Geu Eu, dan Lam Hasan); Kecamatan Lhoong (Gampong Krung Kala dan Gampong Geuteut). Di wilayah Kecamatan Lhoong, BPBD memonitor longsor dan pohon tumbang di Gunung Kulu dan Gunung Paro.

Baca juga  SIKM Syarat Masuk Wilayah DKI Jakarta, Simak Penjelasan Berikut Ini

Kecamatan Ingin Jaya (Kompleks Bumi Bakti yang berada di Gampong Reuloh) serta Kecamatan Darul Kamal (Gampong Biluy). Sedangkan di Kecamatan Suka Makmur, pohon tumbang terjadi di Gampong Meunasah Keumude dan Reuhat Tuha.

Banjir di kabupaten ini mengakibatkan pengungsian 195 KK. Mereka tersebar di beberapa titik pos pengungsian, yakni pos pengungsian Garot terdapat 115 KK (346 jiwa), Lampasie Engking 30 KK (178 jiwa), Villa Buana di titik pengungsi di komplek yayasan Mahad Tahfiz Qu’ran 23 KK (104jiwa), Gue Gajah 9 KK dan Krung Kala 18 KK (71 jiwa).

Sebagian masyarakat yang terdampak lainnya mengungsi ke tempat keluarga atau saudara.

Banjir menyebabkan 1 orang meninggal dunia. Anak berusia 7 tahun dari Gampong Keuh, Kecamatan Lhoknga terpeleset dan tenggelam di lahan sawah yang tergenang air.

BPBD Kabupaten Aceh Besar masih melakukan kaji cepat dan evakuasi di lapangan. BPBD setempat yang dibantu petugas pemadam kebakaran, TNI, Polri, Muspika kecamatan dan warga setempat melakukan upaya penanganan darurat di lokasi.

Baca juga  Mendes PDTT Ucapkan Selamat HUT ke-70 Kemerdekaan Korut

Kondisi cuaca saat ini, intensitas hujan berkurang setelah selama dua hari hujan deras.

Wilayah Aceh seperti terkepung banjir pekan ini. Setelah Banda Aceh dan Aceh Besar, wilayah Kota Lhokseumawe juga terdampak banjir. Laporan yang diterima Pusdalops BNPB pada siang tadi (9/5), banjir terjadi di wilayah itu sekitar pukul 02.10 WIB. Wilayah yang terdampak berada di Desa Blang Buloh, Kecamatan Blang Mangat.

Luapan air karena intensitas hujan tinggi membuat bendungan di wilayah administrasi Kabupaten Bireuen tidak mampu menampung debit air. Sebanyak 35 rumah terendam dengan ketinggian air hingga 65 cm.

BPBD setempat mencatat tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi. Kondisi saat ini air telah surut.

#MaskerUntukSemua
#jagajarak
#BERSATU🇮🇩TANGGUH…BERSATU🇮🇩SEMBUH
#tidakmudik

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...