Terkini AgrariaPemko Payakumbuh Pantau Fluktuatif Harga Bawang Putih

Pemko Payakumbuh Pantau Fluktuatif Harga Bawang Putih

Payakumbuh – Harga bawang putih kembali mengalami kenaikan dipasaran, namun kenaikan tersebut tidak memberikan dampak kepada harga bahan pokok lainnya di kota Payakumbuh.

“Alhamdulillah, sampai saat ini kenaikan harga bawang putih belum berdampak. Harga bahan pokok lainnya masih bisa dikatakan normal,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh Edvidel Arda saat diwawancarai Humas, Senin (17/02).

Edvidel menyebutkan saat ini harga bawang putih di Payakumbuh mencapai harga Rp48.000 untuk setiap kilogramnya. Kenaikan harga bawang putih saat ini memang belum sebesar pada 2019 yang mencapai Rp80.000 per kilogram.

“Harga ini naik dari harga normalnya. Kita bandingkan saja dengan 22 Januari lalu, bawang putih di pasar dijual di harga Rp30.000,” jelasnya.

Saat ini, harga beras di pasar untuk kualitas 1 dijual Rp13.000 per kilogramnya sedangkan untuk kualitas 2 berada di harga Rp12.000 per kilogram. Selanjutnya, untuk cabe merah dijual Rp40.000 per kilogram.

Baca juga  Presiden Serahkan Bantuan Modal, Pedagang Optimistis Perekonomian Kembali Normal

“Bawang merah harganya Rp28.000 per kilogram dan daging sapi Rp120.000 per kilogram. Harga ini masih terbilang standar dan belum mengalami kenaikan,” ucapnya.

Saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh belum menggelar operasi pasar seperti banyak daerah lainnya di Sumbar. Hal itu berdasarkan hasil rapat bersama OPD lainnya pekan lalu.

“Pekan lalu kita telah melakukan rapat, dan memang disepakati saat ini kita belum menggelar operasi pasar. Sebab, kita melihat harga masih belum terlalu tinggi apalagi bawang putih bukan seperti bahan pokok lainnya yang merupakan prioritas,” ujarnya.

Meski begitu, kata Edvidel, tidak menutup kemungkinan Pemko Payakumbuh akan menggelar operasi pasar apabila harga terus meningkat di pasaran.

“Mudah-mudahan operasi pasar yang digelar kabupaten dan kota yang lain bisa berdampak kepada harga bawang putih, sehingga harga bisa kembali normalnya,” pungkasnya.

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...