Terkini AgrariaTanah Berdaya, Ekonomi Daerah Bertumbuh

Tanah Berdaya, Ekonomi Daerah Bertumbuh

Kulon Progo (agraria.today) – Sertipikat tanah tidak hanya sekadar buku hijau yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan. Ratmono, Widyaiswara Ahli Utama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyampaikan bahwa terbitnya sertipikat membawa dua implikasi. “Apa yang dijamin oleh sertipikat? Pertama, kepastian pemegang hak atas tanah, kepastian letak tanah, batas dan luas bidang tanahnya, yang kedua adalah untuk akses modal,” ungkapnya dalam kegiatan Penyerahan Sertipikat Tanah untuk Rakyat, Kulon Progo, Jumat (31/01/2020).

Agaknya dua hal ini telah dimanfaatkan oleh Mardiyanto (33), warga Hargomulyo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Lulusan SMK Muhammadiyah 2 Wates ini telah memanfaatkan sertipikat tanahnya untuk memperoleh tambahan modal usaha perikanan miliknya. “Tiga bulan setelah sertipikat keluar, saya ambil pinjaman di BRI unit Pripih,” ujarnya.

Mardiyanto menggeluti usaha perikanan sejak lima tahun yang lalu. Pada awalnya Bapak dua putra ini mengembangkan usaha Gurame dan Lele di pekarangan miliknya. Dengan tambahan modal hasil menyekolahkan sertipikat tanahnya, Mardiyanto kini bisa menyewa 4 (empat) petak kolam untuk budidaya udang Vaname di Desa Pasirmedit, Kecamatan Temon. “Gurame bisa dipanen kurang lebih setahun, kalau udang tiga bulan sudah dapat dipanen,” ujarnya ketika ditanya mengapa melebarkan usahanya ke bidang usaha perikanan air payau ini.

Baca juga  PLN Berhasil Melistriki Desa Tayando Yamtel di Tual Maluku, Kualitas Tangkapan Ikan Nelayan Meningkat

Kondisi geografis Kulon Progo memungkinkan budidaya perikanan air tawar, payau hingga perikanan tangkap. Tak heran jika Pemerintah Kulon Progo melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo gencar untuk membina pelaku usaha perikanan, Mardiyanto dan 39 pembudidaya ikan di kecamatannya merupakan binaan Dinas Kelautan dan Perikanan.

Sebelum mendapat suntikan modal, usaha Mardiyanto hanya beromzet Rp30 juta setahun. Setelah mengembangkan usaha udang Vaname, omzet Mardiyanto saat ini sekitar sekitar Rp100 juta hingga Rp120juta pertiga bulan, belum lagi ditambah usaha budidaya guramenya yang dapat dipanen setelah satu tahun, bukan nilai yang kecil, tentunya.

Dalam laman website resminya, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menyampaikan pada media 2019 lalu ekonominya tumbuh 10,6%, angka pengangguran berkurang dari 3,8% menjadi 1,4%. Sektor yang digeluti Mardiyanto ini merupakan sektor penyumbang perekonomian terbesar. Data Kabupaten Kulon Progo, dalam angka menyebutkan bahwa 17,64% dari total Pendapatan Domestik Regional Bruto Kabupaten Kulon Progo disumbangkan oleh sektor Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.

Baca juga  KPK tahan Miftahul Ulum, asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi,

Apabila ada banyak Mardiyanto-Mardiyanto lainnya, wirausaha andal, asetnya telah bersertipikat dan memanfaatkan sertipikat tanah tersebut untuk mendapatkan modal, maka dapat dihitung nilai uang yang berputar dan juga jumlah tenaga kerja yang terserap.

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaksanakan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)....

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah membahas Klasifikasi Rincian Output (KRO) dan Rincian Output (RO) sebagai dasar...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melaporkan capaian kinerja dan realisasi anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun...