Terkini AgrariaRespon anggapan tak signifikan, Kemlu: BDF bukan forum kepala negara

Respon anggapan tak signifikan, Kemlu: BDF bukan forum kepala negara

Jakarta ((Feed)) – Kementerian Luar Negeri menegaskan Forum Demokrasi Bali (BDF/Bali Democracy Forum) bukan forum kepala negara, merespon anggapan bahwa forum tersebut menjadi kurang signifikan pada gelarannya yang akan memasuki tahun ke-12 pada 5-6 Desember mendatang.

“BDF tidak pernah dirancang sebagai forum kepala negara, melainkan cenderung pada ministerial level (setingkat menteri),” kata Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Cecep Herawan di Jakarta, Kamis.

Dia menambahkan bahwa ketika dimulai pada tahun 2008 di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, BDF ditujukan sebagai wadah pembahasan isu demokrasi dalam lingkup kawasan Asia-Pasifik.

Dalam perkembangannya, menurut Cecep, forum itu kemudian menunjukkan tren yang positif sehingga banyak negara di luar kawasan yang berminat untuk ikut terlibat.

“Beberapa delegasi tingkat menteri datang tidak hanya dari kawasan Asia-Pasifik sehingga tetap menunjukkan relevansi BDF untuk beberapa negara,” katanya.

Baca juga  Kemendagri Dorong Daerah Dukung SDGs

Berdasarkan data konfirmasi per hari ini, sebanyak enam negara akan mengirimkan menteri luar negerinya, yakni Palestina, Kenya, Kepulauan Solomon, Selandia Baru, Fiji, dan Australia.

Sementara enam negara lainnya akan mengirimkan wakil menteri luar negeri, yaitu Venezuela, Malaysia, Timor Leste, Singapura, Qatar, dan Maladewa.

Dari total 140 negara dan organisasi internasional yang diundang Kemlu untuk hadir, 81 di antaranya juga sudah melakukan konfirmasi kehadiran.

Pada gelaran BDF pada tahun-tahun awal, sejumlah kepala negara atau kepala pemerintahan tercatat hadir, misalnya pada BDF ke-1 yang dihadiri oleh Perdana Menteri Australia Kevin Rudd, dan BDF ke-2 dihadiri Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama.

Pada beberapa BDF selanjutnya, perdana menteri atau presiden turut serta dalam forum tersebut. Sementara untuk tahun ini, belum ada kepala negara atau kepala pemerintahan yang mengonfirmasi kehadirannya.

Baca juga  Kemendagri Imbau Pemda yang Kurang Inovatif untuk Tingkatkan Kolaborasi

“Bahwa pada gelaran tertentu pernah mengundang kepala negara, itu tidak dimaksudkan untuk menaikkan status BDF menjadi high-level summit (pertemuan tingkat kepala negara/pemerintahan),” ujar Cecep menekankan.

Selain itu, dia menyatakan forum yang akan digelar di Nusa Dua, Bali, itu bersifat “soft power atau sesuatu yang bukan menghasilkan dokumen yang diikuti semua negara sebagai keharusan, tetapi forum berbagi pengalaman dan juga melihat tren global terkait demokrasi.”

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...