Terkini AgrariaWako Riza Komit 60 Persen APBD Payakumbuh Untuk Pembangunan

Wako Riza Komit 60 Persen APBD Payakumbuh Untuk Pembangunan

Payakumbuh — Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi Datuak Rajo Kaampek Suku angkat bicara soal porsi anggaran pada APBD Kota Payakumbuh. Riza telah berkomitmen untuk memperbesar porsi untuk pembangunan dan masyarakat di APBD daripada porsi-porsi lainnya seperti belanja rutin PNS, perjalanan dinas, dan seterusnya.

“Alhamdulillah, selama ini porsi anggaran daerah untuk pembangunan dan masyarakat di Payakumbuh sudah sangat besar persentasenya. Mencapai 60 persen. Terbukti di lapangan orang membangun terus kan?,” ujar Riza, Sabtu (17/11).

Mantan “Senator” Sumbar itu menyebut, dirinya sengaja membuat porsi anggaran hanya 40 persen untuk belanja pegawai demi menjalankan prinsip anggaran yang baik sesuai aturan yang ada.

“Seperti, untuk pendidikan 20 persen, kesehatan 10 persen, infrastruktur 25 persen, inspektorat 1 persen, dan belanja langsung yang jauh lebih besar daripada belanja tidak langsung,” tuturnya.

Menurut Riza, untuk mewujudkan porsi anggaran seperti itu, membutuhkan komitmen yang kuat dari kepala daerah serta dedikasi yang tinggi para jajarannya.

“Integritas itu identik dengan melayani tanpa harus melihat kita harus dapat apa? Bagaimana kita mau melayani jika anggaran untuk PNS sebagai pelayan masyarakat, malah lebih besar daripada anggaran untuk masyarakat sendiri?” katanya.

Baca juga  LL Dikti kerja sama dengan Kadin tingkatkan keterampilan mahasiswa

Di sisi lain, meskipun anggaran untuk PNS hanya 40 persen, namun Riza mengaku masih bisa mengefektifkan anggaran tersebut dan memberikan tunjangan yang cukup besar bagi pegawainya.

“Untuk ukuran Sumbar, tunjangan PNS di Payakumbuh sudah lumayan besar. Selain itu kami juga berusaha memberikan perhatian lebih pada masyarakat berpenghasilan rendah dengan memberikan beasiswa, bedah rumah, pemberian makanan tambahan gizi untuk bayi dan anak sekolah, serta berusaha agar angka stunting berkurang jauh,” tuturnya.

Membuat porsi anggaran pembangunan untuk masyarakat luas lebih besar pada APBD sebenarnya merupakan sebuah prestasi yang luar biasa mengingat kebanyakan daerah di Indonesia membuat belanja PNS malah lebih besar daripada porsi pembangunan. Hal tersebut disentil keras oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat bertemu dengan para kepala daerah di Kantor Ditjen Pajak Pusat, Jakarta, Kamis lalu (15/11).

Sebagaimana dilansir Detik, Menkeu mengungkapkan keresahannya soal belanja pemerintah daerah (pemda) melalui APBD. Pasalnya 70% digunakan untuk keperluan PNS pemda, sisanya baru untuk masyarakat.

“Jadi APBD-nya hampir 70% untuk mengurusi orang-orang pemda. Makanya sisa-sisa itu sisa-sisa untuk rakyat, itu kan salah,” ujarnya.

Baca juga  Payakumbuh Alek Silek Gerbang Kemendikbud Bawa Silek Jadi Warisan Budaya Dunia

Sri menjelaskan, 13,4% APBD habis untuk perjalanan dinas para pegawai negeri sipil (PNS) di pemda. Lalu 17,5% digunakan untuk belanja jasa kantor. Untuk kedua hal itu saja, APBD yang terpakai sudah 30,9% sendiri.

Belum lagi ditambah dengan belanja pegawai, yang kata Menkeu menghabiskan 36% dari APBD yang ada. Atas hitung-hitungan itu, Sri Mulyani mendapatkan persentase bahwa 70% dari APBD habis untuk kebutuhan PNS pemda.

“Tolong untuk perjalanan dinas untuk sosialisasi satu kali setahun saja. Jangan wara-wiri. Dan kami dengan Mendagri dengan menteri yang lain, Presiden sudah minta bisa dikoordinir sehingga jangan hari ini Menteri Keuangan ngundang sosialiasi, besok Menkes sosialisasi, bulan depan Menteri Pendidikan lain lagi, sehingga bapak ibu, memang wara-wiri,” ujarnya.

Menkeu meminta agar pengelolaan APBD tersebut diperbaiki. Menurutnya alokasi belanja daerah kurang fokus. Padahal Presiden Jokowi menegaskan harus fokus. “Jadi tolong dilihat betul, kami pun di pusat bahkan sudah meminta meneliti betul belanja-belanja kelompok tadi. Alokasi belanja daerah APBD juga kurang fokus, program dan kegiatan itu bermacam-macam, padahal Pak Presiden mengatakan fokus saja,” ucapnya. (humas)

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...