Terkini AgrariaKementerian ATR/BPN Bersama Kementerian Pertanian Sepakat Perbaiki Data Luas Lahan Baku Sawah

Kementerian ATR/BPN Bersama Kementerian Pertanian Sepakat Perbaiki Data Luas Lahan Baku Sawah

Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil, bersama dengan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, melakukan pertemuan di Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk berkoordinasi mengenai data Lahan Baku Sawah yang sebelumnya terjadi perbedaan data antara Kementerian ATR/BPN, Kementerian Pertanian, dan Badan Pusat Statistik (BPS). Kini keduanya sepakat untuk memperbaiki datanya dan terus memverifikasi data yang dikeluarkan melalui Ketetapan Menteri ATR/Kepala BPN RI No 339/2018 tanggal 8 Oktober 2018 lalu.

“Koordinasi yang kita lakukan ini untuk menyamakan data tentang lahan baku sawah yang beberapa waktu lalu ada perbedaan data yang dipublish BPS dengan perspektif Kementerian Pertanian,“ ujar Sofyan A. Djalil saat diwawancarai di kantornya, Jakarta, Kamis (31/10).

Sofyan A. Djalil menambahkan bahwa sekarang pemerintah sudah melakukan verifikasi di 20 provinsi yang merupakan penghasil beras utama atau lumbung padi Nasional. “Itu sudah diverifikasi dan sudah ada data yang disepakati bersama antara BPS, BIG, Kementerian Pertanian dan Kementerian ATR/BPN, tapi karena masih hitung-hitungan akhir mudah-mudahan tanggal 1 Desember 2019 bisa kita keluarkan angka finalnya atau data koreksi dari data yang sudah dipublish sebelumnya,” tambahnya.

Baca juga  Program Blended Learning Turut Wujudkan Kabupaten/Kota Lengkap

Syahrul Yasin Limpo mengatakan sekarang pemerintah sudah menyatu, data yang digunakan adalah hasil dari citra satelit dengan resolusi yang sama. “Sebelumnya kan terjadinya perbedaan data dikarenakan kita menggunakan pencitraan satelit yang berbeda hingga akhirnya terjadi bias,” ucapnya.

Syahrul Yasin Limpo juga mengatakan untuk data yang sudah ada dan clear katakanlah data hijau tidak perlu dipertanyakan lagi karena sudah satu persepsi, ada data kuning, kalau ini membutuhkan verifikasi dengan citra satelit juga bisa diberlakukan, tapi untuk data merah dibutuhkan turun ke lapangan.

“Oleh karena itu akan ada empat institusi yaitu Kementerian ATR/BPN, Kementerian Pertanian, BPS dan BIG yang turun ke lapangan melakukan pendataan. Sehingga bisa terlihat betul kalau metodologinya sudah sama. Tanggal 1 Desember 2019 ini sudah bisa diumumkan data yang ditanda tangan Pak Menteri ATR/Kepala BPN dan itu yang kita pakai, InsyaAllah negara ini akan punya satu data tentang pertanian,” ujarnya. (NA)

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaksanakan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)....

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah membahas Klasifikasi Rincian Output (KRO) dan Rincian Output (RO) sebagai dasar...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melaporkan capaian kinerja dan realisasi anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun...