Terkini AgrariaTak Perlu Takut Lagi, Pemerintah Lakukan Ini Untuk Perangi Mafia Tanah

Tak Perlu Takut Lagi, Pemerintah Lakukan Ini Untuk Perangi Mafia Tanah

Jakarta-Ulah mafia tanah sungguh meresahkan. Tak sedikit kerugian materi dirasakan oleh masyarakat yang menjadi korban. Efeknya tidak hanya kepada masyarakat, namun juga mengganggu iklim investasi. Perbuatan mafia tanah ini menyebabkan ketidakpastian, dan ketidakpastian adalah momok bagi investor. Semakin tidak pasti maka langkah-langkah korporasi tidak dapat dengan cepat dieksekusi.
.
Tidak tinggal diam, Pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN telah melakukan langkah-langkah pemberantasan mafia tanah, baik upaya pencegahan maupun penindakan. Pertama, akan dilakukan penguatan regulasi, alas-alas hak lama akan dibatasi masa berlakunya. “Jangan sampai sebuah sertipikat dikalahkan oleh selembar girik,” ujar RB Agus Widjayanto, Direktur Jenderal Penanganan Masalah Agraria, Pemanfaatan Ruang dan Tanah ketika diwawancarai dalam program Hot Economy, Berita Satu TV, Rabu (16/10).

Kedua adalah sertipikasi seluruh bidang tanah di Indonesia. Dengan Program Prioritas Nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), diperkirakan seluruh bidang tanah di Indonesia akan terdaftar pada 2025. “Ketika semua tanah telah terdaftar maka akan menutup celah mafia tanah,” tambah mantan Direktur Jenderal Hubungan Hukum Keagrariaan ini.

Baca juga  Sejumlah Wilayah di Sumatra Barat Terendam Banjir

Sebelumnya, diwawancarai dalam program “Lunch Talk” pada stasiun tv yang sama, Sunraizal Inspektur Jenderal Kementerian ATR/BPN mengungkapkan bahwa untuk kepastian hukum, sertipikat-sertipikat palsu dan aspal akan dibatalkan. Tentunya hal ini akan menggairahkan iklim investasi, di mana setiap sertipikat yang muncul telah dijamin kekuatan hukumnya.

Upaya pencegahan ini tidak lengkap tanpa dibarengi dengan penindakan. Penegakan hukum di bidang Keagrariaan dilakukan Kementerian ATR/BPN bersama Kepolisian RI. Tidak tanggung-tanggung, di Banten telah ditangkap mafia tanah yang menyebabkan terhambatnya investasi PT Lotte Chemical Indonesia. Sedangkan di Jakarta telah ditangkap sindikat mafia tanah yang merugikan pemilik rumah dan apartemen senilai ratusan miliar rupiah.

Penindakan ini diharapkan memberikan efek jera dan peringatan kepada para pihak yang mempunyai angan untuk berbuat kriminal terkait tanah di seluruh Indonesia. Jika berani bermain-main dengan legalitas tanah, maka dalam waktu yang tak terlalu lama, hidup di penjara adalah balasannya. (WN)

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaksanakan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)....

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah membahas Klasifikasi Rincian Output (KRO) dan Rincian Output (RO) sebagai dasar...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melaporkan capaian kinerja dan realisasi anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun...