Terkini AgrariaRibuan ikan mati di Pantai Jetis, ini kemungkinan penyebabnya

Ribuan ikan mati di Pantai Jetis, ini kemungkinan penyebabnya

Kejadian itu dipastikan bukan fenomena alam, dan ikan itu berasal dari jaring nelayan yang jebol saat ditarik

Cilacap ((Feed)) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap menyelidiki penyebab kematian ribuan ikan di Pantai Jetis, Jawa Tengah, dengan menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan.

“Kami masih menyelidiki dengan mengambil sampel (ikan dan air laut) untuk dilakukan uji laboratorium. Hasilnya, kami belum tahu karena masih dalam proses,” kata Kepala DLH Kabupaten Cilacap Awaluddin Muuri di Cilacap, Jawa Tengah, Minggu.

Ia mengakui ribuan ikan yang ditemukan mati di Pantai Jetis, Kecamatan Nusawungu, itu viral di media sosial.

Sementara itu Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo menduga penyebab kematian ribuan ikan di Pantai Jetis yang berbatasan dengan Pantai Logending, Kabupaten Kebumen, tersebut akibat peningkatan suhu.

Baca juga  GTRA Summit Karimun 2023 Hasilkan Rencana Aksi Deklarasi Karimun untuk Akselerasi Reforma Agraria

“Hari ini Cilacap masuk hari tanpa bayangan, kemungkinan suhu meningkat,” katanya melalui pesan WhatsApp.
 

Unggahan pengguna Facebook, Paijo Kbm terkait dengan ribuan ikan yang ditemukan mati di Pantai Cemoro Sewu atau Pantai Jetis, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. ((Feed)/Facebook/Paijo Kbm)

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kabupaten Cilacap Sarjono menduga ribuan ikan yang ditemukan mati di Pantai Jetis atau Pantai Cemoro Sewu pada hari Sabtu (12/10) berasal dari jaring nelayan yang jebol di tengah laut hingga akhirnya terbawa arus ke pantai.

Dalam hal ini, kata dia, ribuan ikan yang mati itu diduga kekurangan oksigen karena saling bertumpukan di dalam jaring dan volumenya diperkirakan mencapai 2 ton.

“Kejadian itu dipastikan bukan fenomena alam, dan ikan itu berasal dari jaring nelayan yang jebol saat ditarik. Jenis ikannya bermacam-macam di antaranya petek, montok, dan sebagainya, serta ukurannya kecil-kecil,” katanya.

Kendati demikian, dia mengaku belum mengetahui siapa pemilik ribuan ikan yang mati tersebut karena biasanya jika nelayan mengalami kejadian seperti itu akan diam saja.

Baca juga  Wali Kota Riza Falepi Serahkan Bantuan Baznas Ke Ratusan Warga Kurang Mampu

Foto ribuan ikan yang ditemukan mati di Pantai Cemoro Sewu atau Pantai Jetis itu menjadi viral setelah diungguh oleh pengguna Facebook dengan nama akun Paijo Kbm pada hari Sabtu (12/10).

Dalam unggahan yang telah dibagikan lebih dari 1.800 kali itu, Paijo Kbm menuliskan Hari ini,ratusan ribu bahkan mgkin jutaan ikan mati dan menepi kepinggiran,
Blm tau persis nama serta jenis ikan ini,tp semuanya ikan yg sejenis. Puluhan atau mgkin ratusan warga sekitaran pantai cemarasewu,jetis. cilacap,berbondong2 utk mengambil iksn2 tersebut. ”

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...