Terkini AgrariaPusat wisata kuliner Bangayo Tarakan gunakan pembayaran non tunai

Pusat wisata kuliner Bangayo Tarakan gunakan pembayaran non tunai

kawasan ini menjadi alternatif untuk masyarakat Tarakan dan luar Tarakan untuk wisata kuliner

Tarakan ((Feed)) – Pusat wisata kuliner Bangayo di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan, Tarakan menggunakan pembayaran non tunai untuk membeli makanan di stand yang dijual.

Sebanyak 22 stand kuliner di Bangayo diresmikan oleh Walikota Tarakan, Khairul pada Sabtu (12/10) malam. Masyarakat terlihat tumpah ruah memenuhi pusat kuliner baru tersebut yang saat pembukaan diramaikan dengan pagelaran musik.

Berbagai macam makanan dan minuman dijual di kawasan tersebut yang buka mulai pukul 19.00 sampai 24.00 WIB.

Khairul datang bersama istrinya Rujiah dan mencoba makanan dan minuman di kawasan Bangayo menggunakan pembayaran non tunai. Bangayo merupakan kepanjangan dari Baya Ngakan Mayo dalam bahasa Tidung artinya tempat makan kita.

Khairul mengatakan peresmian kawasan wisata kuliner Bangayo merupakan upaya mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Tarakan termasuk kuliner para pedagang kaki lima.

Baca juga  Evaluasi Kinerja Kanwil BPN Jawa Barat, Pastikan Dorong Capaian PTSL di Jawa Barat hingga Akhir 2021

“Harapannya kawasan ini menjadi alternatif untuk masyarakat Tarakan dan luar Tarakan untuk wisata kuliner,” kata Khairul.

Adapun alasan menggunakan pembayaran non tunai dengan harapan mempermudah transaksi dan tidak perlu ada uang pengembalian, yang kadang ada masalah.

“Selain itu, untuk menghindari terjadinya kejahatan di bidang keuangan dan akan sulit adanya pencurian. Serta membantu pemerintah dalam mengurangi pencetakan uang kertas,” kata Khairul.

Pusat wisata kuliner Bangayo itu mulai dibangun bulan Agustus 2019 tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tarakan, namun kerja sama dengan Bank Indonesia dan perbankan lainnya.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk...