Terkini AgrariaPeneliti sebut padi hibrida tingkatkan produktivitas beras

Peneliti sebut padi hibrida tingkatkan produktivitas beras

Jakarta ((Feed)) – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania menyatakan bahwa padi hibrida merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas pangan serta menjaga ketersediaan beras di tengah masyarakat.

“Padi hibrida bisa menjadi alternatif peningkatan produktivitas beras nasional,” kata Galuh Octania di Jakarta, Selasa.

Menurut Galuh, produktivitas padi hibrida memiliki potensi besar untuk ditingkatkan  karena  produktivitas musiman rata-rata 7 ton/ha, lebih tinggi kalau dibandingkan dengan produktivitas padi inbrida yang hanya mencapai 5,19 ton/ha.

Namun, lanjutnya, luas tanam padi hibrida hanya kurang dari satu persen dari total luas tanam padi di Indonesia dan telah mengalami stagnasi selama beberapa tahun.

CIPS merekomendasikan beberapa hal terkait pengembangan padi hibrida, antara lain yang pertama adalah perlu memasukkan padi hibrida ke dalam prioritas perencanaan pembangunan pertanian.

Selama ini, padi hibrida memang belum dimasukkan ke dalam program utama yang terkait dengan perencanaan pembangunan pertanian dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional/RPJMN.

Baca juga  KIFF 2019 tampilkan 20 film unggulan pada 10 Oktober

“Alasan untuk kurangnya prioritas ini mungkin adalah karena statistik kuantitas produksi beras nasional di Indonesia telah lama dibesar-besarkan. Baru belakangan data ini dikoreksi menggunakan metode Kerangka Sampel Area,” paparnya.

Ia mengemukakan bahwa dengan statistik resmi yang menunjukkan tingkat produksi beras yang mencukupi, pembuat kebijakan tidak terdorong untuk berfokus pada peningkatan produktivitas, yang mengakibatkan kurangnya perhatian terhadap pengembangan padi hibrida.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) mengoptimalisasi lahan rawa selama musim kemarau panjang untuk menjaga target produksi padi nasional pada 2019 yang mencapai 84 juta ton atau setara 49 juta ton beras.

“Lahan rawa memang diharapkan jadi penyangga pangan nasional. Karena di saat daerah lain seperti Pulau Jawa kekeringan, di Kalimantan Selatan misalnya yang memiliki lahan rawa justru bisa terus panen pertaniannya,” kata Kepala Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra) pada Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementan, Hendri Sosiawan.

Baca juga  Din tolak revisi UU KPK

Pada prinsipnya, kata Hendri, sepanjang tahun ada penanaman. Dimana pengelolaan air menjadi kunci sukses pengembangan lahan rawa lebak untuk budidaya pertanian, sehingga pembenahan infrastruktur pertanian penting juga dilakukan agar musim kemarau air bisa masuk ke lahan.

Di sisi lain, keberhasilan pertanaman padi di Indonesia khususnya di daerah rawa, ungkap Hendri, diapresiasi para organisasi penelitian nasional di Asia Tenggara seperti dari Malaysia yaitu “The Malaysian Agricultural Research and Development Institute (MARDI), dari Laos yaitu Agriculture Research Center (ARC), National Agriculture and Forestry Research Institute (NAFRI), serta Philippine Rice Research Institute (PhilRice) dari Filipina.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaksanakan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)....

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah membahas Klasifikasi Rincian Output (KRO) dan Rincian Output (RO) sebagai dasar...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melaporkan capaian kinerja dan realisasi anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun...